Matdon – Patromaks.com 17 Agustus 2017

Ada sebuah puisi karya WS. Rendra berjudul “Kangen” : Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku…/ menghadapi kemerdekaan tanpa cinta//

benera.jpg

Puisi ini mengisaratkan bahwa kemerdekaan selalu diraih dengan cinta. Sudah banyak cara kita selaku bangsa Indonesia  mengisi kemedekaan dengan cinta. Contoh, seorang  Presiden mencinta Indonesia dan mengisi kemerdekan dengan cara memimpin dengan baik. Seorang guru mencintai Indonesia dan mengisi kemerdekaan dengan cara mengajar dan mendidik dengan cinta yang tulus.

Seorang Mentri, Gubernur, Walikota atau Bupati selalu mencintai dan mengisi kemerdekaan dengan cara masig-masing. Tapi apakah koruptor juga mencitai indonesia dan mengisi kemedekaannya dengan cara merampok?. Atau pimpian pondok pesantren menncintai indonesia dengan cara ingin jadi gubenur karena birahi politik yang menggebu?

Dan saat ini, tanggal 17 agustus 207 merupakan hari kemerdekan Indnesia yag ke 72, tagline “kerja bersama” digembar gembor.  Semua  sibuk menghidmati arti kemerdekaan walau hanya di status status facebook, kicauan twitter, postingan path, instagram, tumblr, atau blog.  Ada juga yang memeanfaatkan hari kemerdekaan dengan merdeka membuat promaosi dalam berdagang.

Sama seperti tahun sebelumnya, kemerdekaan ke 72 juga dihiasi dengan berbagai slogan kemerdekaan, seolah-olah kemerdekaan gadis yang baru mandi da  didandani secantik mungkin, Spaduk dan umbul-umbul serta  hiasan semarak sepanjang jalan.

Semua gembira dengan cinta, anak-anak sebagai bagan dari rakyat ikut  gembira mengikuti lomba, hadiah kecil pun mereka gembira . Balap makan kerupuk hingga panjat pinang diikutinya dengan gembira dan cinta. Hadiah tak jadi incaran yang penting melakukan hubungan sosial dengan tetangga, bergabung bersama kegembiraan  yang lian.

Ya, Kemerdekaan dan kegembiraan bersama sedang berulang tahun. Rakyat riweuh udunan untuk merayakannya, sementara para anggota paelemen dan pejabat anteng saja, memperigai kemerdekean dengan hanya upcara dan berdoa nyiyir.

Saya teringbat Pusi  Toto Sudarto Bahtiar yang ditulis tahun 1950 :

Kemerdekaan ialah tanah air dan laut semua suara

Jangalahn takut padanya

Kemerdekaan ialah tanah air penyair dan pengembara

Janganlah takut padaku

Kemerdekaan ialaha cintaku berkepanjangan jiwa

Bawalah daku kepadanya

 

Di Tahun 1982, Wiji Thukul  menukis Puisi  begini :

 

Puisi Kemerdekaan

Kemerdekaan adalah nasi

Dimakan jadi tai

Puisi “Kemerdekaan”, Agustus 1982)

 

Lalu apa makna kemerdekaan bagi kalian? Tentu beda kepala beda makna. Bisa jadi kemerdekaan adalah menghargai pahlawan yang telah berjuang dengan darah dan air mata, mendoakan mereka yang baik baik, mengisi kemerdekaan dengan perbuatan positif dan tidak korupsi.

Kemedekaan adalah kebebasan tapi tidak kebablasan. Itu saja.

Iklan