Matdon – Patromak.com, 19 Juli 2017

Sepandai-pandai tupai melompat, eh sepandai-pandai Setya Novanto mengelak akhirnya tersangka juga. Begtulah ketika hak angket DPR dan KPK tengah berseteru, KPK membuktikannya dengan sempurna meski masih ada tahapan dalam pemeriksaan  Setya Novanto dan melawan segala kemungkinan serta manuver Golkar dan angggota DPR lainnya.

Negeri ini memang sedang perang, memerangi banyak masalah. Misalnya memerani soal  kemiskinan yang tak kunjung bisa ditangani dengan baik, banjir yang senantiasa mengintip, kebakaran hutan yag selalu mengintai, korupsi yang makin marak, berita hoax yang tidak bisa dibedakan dengan berita sungguhan, dan seabreg masalah yang harus diperangi.

ektpl

Belum lagi soal KTP, bayangkan dari secarik kertas berukuran kecil saja dampaknya bsa kemana mana, orang tak punya KTP bisa tidak jadi nikah, bisa batal mendapatkan kesehatan gratis, tak bisa  mendapat warisan, tak bisa kerja bahkan tak bisa berbuat seustau karena tak ada KTP.

Zaman mulai canggih serba komputerisasi dan internet. Jika dulu warga dipersulit untuk membuat KTP d kelurahan atau keamatan, maka setelah muncul E-KTP maka warga makin kesulitan, masalah blanko kosong, warga belum dapat melakukan perekaman data (yang sudah pun belum jadi juga. Kantor Kelurahan kewalahan sebab jumlah masyarakat yang melakukan perekaman data terus bertambah Bayangkan jika satu kota 1000 orang sedang proses membuat E-KTP, ditambah ribuan atau jutaan desa/kota di Indoneisa.Wow!!

Kemiskinan rakyat Indonesia makin menjadi jadi, hanya karena E-KTP, rupanya program ini sudah menjadi rencana berjamaah para penjahat perampok uang rakyat, sekian ratusan miliar diembat tanpa tedeng alin-aling.  Dan mereka kebanyak adalah anggota parlemen. Ya dana E-KTP dikorupsi bersama.

Ulah Politikus

Begitulah, Politikus adalah orang-orang yang anclub di dunia politik praktis, disebut politikus mungkin karena sebagian sifatnya seperti tikus?. Dalam dunia politik kepentingan pribadi lebih besar ketimbang apapun. Jadi kalau dirunut, setelah kepentingan pribadi adalah kepentingan kelompok/golongan, kepentingan partai, barulah kepentingan bangsa dan negara.

Pintarnya politisi ia bicara berkoar-koar “Demi kepentingan bangsa dan Negara”, padahal itu hanya mulut bau bohong. Bohong dalam dunia politik menjadi wajib atau paling tidak sunnah muakkad.

Politikus dapat menyebabkan rakyat sengsara jika ia melakukan korupsi dan perbuatan yang tidak terpuji, memakan janji janji politikus menyebabkan kanker dan gangguan jiwa.

Setya Novanto terus berusaha bohong dengan kasus ini, ia seolah olah manusia suci, nama Tuhan pun diumbar dalam presscon kemarin,. Ya memang bohong tidak mengenal waktu dan usia, jika jiwa seseorang terguncang akibat berbagai persoalan hidup, maka saat itu pula ia akan terseret pada kebohongan, Jika kepentingan mengalahkan segalanya maka ia akan jadi pembohong, tentu saja bohong mereka adalah bohong kreativ yang kadang memalukan. Rakyat tak pernah lupa janji para anggota dewan dan para pemipinan mereka

Memasuki wilayah politik dan kekuasaan, adalah memasuki legalitas kebohongan yang tersusun rapi. Dan  rakyat sudah faham dengan semua ini, faham bahwa mereka sedang dibutuhkan di masa kampanye dan ditelantarkan ketika para pemimpin naik ke pelaminan kekuasaan.

Rakyat (miskin) juga sedang menyadari penuh bahwa mereka tidak butuh apa-apa kecuali harga minyak, bawang cabe, sayuran dan lain-lain murah. Bagi rakyat mungkin tak peduli siapa pemimpin mereka, karena yang penting rakyat bisa makan, sekolah gratis, biaya dokter tidak mencekik dll.

Politik merupakan sebuah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat . Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.

Politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara. Politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat. Politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik. Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci, antara lain: kekuasaan politik, legitimasi, sistem politik, perilaku politik, partisipasi politik, proses politik, dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik dan kebohongan.

Dari situlah nanti akan lahir penyakit yang oleh Psikolog Prof. Zakiah Daradjat disebut sebagai Schizophrenia, yakni penyakit jiwa yang menyebabkan kemunduran kepribadian, atau terkena Paranoia, sebuah jenis sakit jiwa dimana ia  merasa dirinya orang besar tidak ada bandingannya, yakin bahwa dirinya pemimpin besar atau bisa jadi  mengaku Nabi. Biasanya orang ini tidak mau mengakui kesalahan  atau kekurangannya, selalu melempar kesalahan pada orang lain, dan segala kegagalannya disangkannya akibat dari campur tangan orang lain.

Inilah yang sedang dilakukan Setya Novanto dan anggota DPR. Rakyat tinggal nonton saja, biasanya dalam film atau sinetron selalu ada ending.

Iklan