//
you're reading...
BUDAYA, UMUM

KORUPSI DAN KOMUNIS

DIMUAT GALAMEDIA, JUAT 14 OKTOBER 2016

Akhir bulan September sebagian penguasa negara kita selalu disibukkan dengan dengan peristiwa G30 S/PKI, sebuah sejarah panjang tentang gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI). Itu memang tak boleh dilupakan oleh siapaun penduduk/warga negara Indonesia. Sebagaimana kita tak boleh melupakan korupsi yang merusak tatanan perekenomian rakyat.
Sekarang, mari kita telusuri secara singkat korupsi dan komunis. Korupsi di Indonesia sudah ada sebelum dan sesudah kemerdekaan. Begitupun komunis. Faham komunis masuk ke Indonesia oleh HFJ Sneevliet tahun 1913. Sementara korupsi di zaman sebelum Indonesia merdeka, didorong oleh motif kekuasaan, kekayaan dan wanita.
Faham komunis diminati kaum jelata sementara korupsi diminati oleh kaum berada. Faham komunis (waktu itu) dinilai sebagai sebuah faham untuk membela kaum jelata dan menjadikan kaum elit sebagai musuh. Adapun basis pendukungnya adalah buruh dan tani. Sedangkan korupsi dinilai “membunuh”kaum jelata.
Sneevliet membentuk organisasi bernama ISDV (Indische Sociaal Democratische Vereeniging) tahun 1914, pada perkembangannya ISDV ganti nama menjadi Perserikatan Komunis Indonesia pada tanggal 23 Mei 1920. Tapi korupsi tetap namanya korupsi, tidak ada lembaga korupsi tapi ruhnya melembaga ke relung hati para pejabat, sampai ketua DPD sekalipun. Tak ada ketua korupsi, yang ada semua menjadi ciri masing-masing dalam modusnya. Dan jika tertangkap, maka hasil akhirnya adalah ia memakai peci hitam dan baju koko, agar nampak lebi beraklhakul karimah.
Lalu pada tahun 1924, nama Perserikatan diubah menjadi Partai Komunis Indonesia. Sedangkan korupsi yang rubah dari masa ke masa yakni lembaga pemberantasannnya. Seorang abdi dalem melakukan korup dalam mengambil “upeti” (pajak)dari rakyat yang akan diserahkan kepada Demang (Lurah) selanjutnya oleh Demang akan diserahkan kepada Turnenggung.
Tahun 1963 melalui Keputusan Presiden No 275 Tahun 1963, upaya pemberantasan korupsi digalakkan. Nasution yang saat itu menjabat sebagai Menkohankam/Kasab ditunjuk kembali sebagai ketua dibantu oleh Wiryono Prodjodikusumo. Tugas mereka lebih berat, yaitu meneruskan kasus-kasus korupsi ke meja pengadilan. Lembaga ini dikenal dengan istilah “Operasi Budhi”.
Dan Komunis di Indonesia lahir dari haribaan organisasi Islam yaitu Syarikat Islam (SI) yang dibentuk tahun 1912. Dari sana, muncul tokoh-tokoh sayap kiri, seperti Sema’un dan Darsono. Dalam buku “Bunga Hatta Menjawab” ada sinyalemen bahwa Dari gagasan-gagasan sosial demokrasi berangsur-angsur berubah menjadi demokrasi sosial yang radikal. Sema’un dan Darsono selalu merupakan sayap oposisi dalam Syarikat Islam.

Korupsi; Komunis
Korupsi, di Indonesia berkembang secara sistemik. Bagi banyak orang korupsi bukan lagi merupakan suatu pelanggaran hukum, melainkan sekedar suatu kebiasaan. Sementara komunis lebih ke ideologi, faham yang sulit ditebak secara kasat mata. Hanya terlihat dari pemikiran dan itupun tak lantas kita menilai seseorang komunis.
Budaya korupsi di Indonesia tumbuh dan berkembang melalu 3 (tiga) fase sejarah, yakni ; zaman kerajaan, zaman penjajahan hingga zaman modern seperti sekarang ini. Fase Zaman Kerajaan, korupsi dilatar belakangi oleh kekuasaan dan kekayaan. Fase Zaman Penjajahan, praktek korupsi telah mulai masuk dan meluas ke dalam sistem budaya sosial-politik bangsa kita. Budaya korupsi telah dibangun oleh para penjajah kolonial (terutama oleh Belanda) selama 350 tahun. Dan korupsi Fase Zaman Modern, dimulai saat lepasnya bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan.
Prilaku korup pejabat-pejabat pemerintahan dimulai di era Orde lama Soekarno, berkembang pada masa pemerintahan Orde Baru Soeharto hingga saat ini. Indonesia tak ayal pernah menduduki peringkat 5 (besar) Negara yang pejabatnya paling korup, bahkan hingga saat ini.
Di Indonesia pada intinya, komunis dan korupsi sudah ada sejak indonesia belum merdeka dan setelah merdeka. Korupsi dapat membuat rakyat sengsara, komunis? Sekarang tidak ada di Indonesia, pemerintah telah membunuh sejarah komunis dengan segara kegetirannya dan orang hanya akan mengenang sejarah itu. Korupsi tak perlu dikenang, ia harus diberantas sampai ke akar-akarnya, kalau tidak, maka rakyat akan sengsara akibatnya. Komunis tak perlu ditakuti, ia akan musnah dengan pertahanan kekuatan negara dan rakyat dan tak akan muncul lagi. Dalam tulisan ini ada kesimpulan sementara, faham komunis akan terus lahir selama ada korupsi, karena pemikiran korup adalah komunis.
Faham komunis saat ini punya label sebagai bahaya latin, meskipun komunis sebagai partai pernah bekontribusi untuk kehidupan demokrasi di tanah air. Korupsi tak pernah ada kontribusi apapun, tapi warga negara yang diberi label komunis seperti tak punya hak hidup di negeri ini, sementara koruptor bisa lebih enak, dipenjara sekalipun.
Jadi bahaya mana korupis dan komunis?
.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: