//
you're reading...
BUDAYA, UMUM

BOB DYAN DAN NOBEL SASTRA

Dimuat TRIBUNJABAR Jumat 4 Nopember 2016

Penghargaan Nobel Kesusastraan diberikan setiap tahun oleh Akademi Swedia untuk penulis dengan kontribusi luar biasa di bidang kesusastraan. Nobel sastra merupakan salah satu dari hadiah nobel yang ada selain Nobel  Fisika, Nobel Kimia, Nobel Fisiologi dan Kedokeran, Nobel perdamaian dan hadiah Nobel Ekonomi.

Penghargaan Nobel didirikan oleh Alfred Nobel tahun 1895, dikelola oleh Yayasan Nobel dan dianugerahkan oleh sebuah komite yang terdiri dari lima anggota yang dipilih oleh Akademi Swedia. Sementara  Nobel Kesusastraan pertama dianugerahkan pada tahun 1901 untuk Sully Prudhomme dari Perancis. Setiap penerima menerima medali, diploma dan penghargaan dalam bentuk uang yang bervariasi sepanjang tahun. Selama ini peraih Nobel terbanyak diraih oleh orang Prancis yakn sebanyak 15 orang dan Amerika dan Britania Raya  sebanyak 10 orang, disusul oleh Jerman dan Swedia yang meraih 8 orang.

Tidak mudah untuk memuluskan hadiah bergensgi kelas dunia ini, karena beberapa kali ada penolakan. Pada tahun 1958, Boris Pasternak kelahiran Rusia menolaknya. Pada tahun 1964, Jean-Paul Sartre menolak untuk menerima Nobel Kesusastraan.  Empat belas wanita telah memenangkan Nobel Kesusastraan. Di antara semua tahun Penghargaan Nobel Kesusastraan telah diberikan, hanya ada empat kasus di mana penghargaan diberikan kepada dua orang (1904, 1917, 1966, 1974) dan tujuh tahun di mana Penghargaan Nobel sastra tidak diberikan yakni 1914, 1918, 1935, 1940, 1941, 1942, 1943

Baru pada tahun 1944 ada Johannes Vilhelm Jensen dari Denmark yang melahirkan 12 roman. Johannes V. Jensen terkenal karena buku harian, artikel, novel dan roman. Taun lalu 2015 hadiah nobel sastra diraih oleh  Svetlana Alexievich seorang penulis dan jurnalis asal Belarus, karya tulisannya yang polifonik sebagai monumen terhadap penderitaan dan keberanian dalam kehidupan masa kini.

 

 

 

Bob Dylan

Tahun 2016 ini hadiah nobel sastra diraih oleh Robert Allen Zimmerman dengan nama populer Bob Dylan orang Amerika Serikat yang lahir pada 24 Mei 1941. Pekerjaan rutinnnya ialah penyanyi, penulis lagu, penulis, penyair dan Disc Jockey. Pada 13 Oktober 2016 lalu diumumkan bahwa Dylan sang pelantun lagu “Slow Train Coming” tersebut diumumkan sebagai pemenang Nobel Sastra. Namun selama dua pekan lamanya Dylan diam dan tak memberi komentar. Peristiwaini sempat mengundang amarah Anggota senior Komite Nobel Per Wasstberg, ia khawatair dengan sikap diam Dylan.

Sepekan lalu dalam komentarnya ia menuding Dylan telah bersikap sombong dan tak sopan setelah sang musisi terkesan mengabaikan penghargaan Nobel Sastra 2016. Ia menilai Dylan sangat tak sopan dan arogan. Setelah dua minggu, akhir bulan Oktober  Dylan angkat bicara dan akan hadir dalam upacara penyerahan Nobel 10 Desember 2016 mendatang. Alasan ia diam karena sangat terkejut dirinya diberi penghargaan Nobel dan dan mengaku Speechless.

Selama ini, dylan dikenal sebagai musisi yang  lagu-lagunya bertemakan soal antiperang dan ia harus berterimakasih karena karya sastranya diapresiasi oleh Akademi/ Yayasan Nobel. Tentu saja ia akan hadir pada pemberian penghargaan tersebut 10 Desember mendatang..

Bob Dylan musikus dan penyair Amerika yang sumbangannya terhadap musik Amerika bertahan lama, dalam kemasyhuran dan pengaruhnya, dengan karya-karya Stephen Foster, Irving Berlin, Woody Guthrie, Bruce Springsteen, dan Hank Williams. Tempatnya dalam budaya Amerika dan Eropa pada sepertiga terakhir dari abad ke-20 hingga sekarang memang unik. Dia menerima Penghargaan Nobel Sastra tahun 2016 karena karyanya yang telah menciptakan jenis ekspresi puitis baru dalam tradisi lagu Amerika yang mengagumkan.

Pengumumuman hadiah Nobel dilakukan pada bulan Oktober dan Penghargaannya sendiri diberikan setiap tahunnya setiap tanggal 10 Desember, tanggal dimana Alfred Nobel meninggal pada tahun 1896. Dari 1905 sampai 1946, upacara penganugerahannya diadakan di Institut Nobel, kemudian dari 1947 diselenggarakan di aula Universitas Oslo, lalu pada 1990 dipindahkan ke balai kota Oslo.

Beberapa orang peraih Nobel sastra antara lain  T. S. Eliot, Winston Churchill. Albert Camus. Jean-Paul Sartre, Samuel Beckett, Svetlana Alexievich. Untuk tahun 2016 ini, selain Dylan di dunia maya telah beredar sejumlah nama yang dijagokan akan meraih penghargaan nobel sastra. Salah satu kandidat paling kuat adalah novelis Jepang Haruki Murakami. Ia diunggulkan meraih Nobel sastra setelah tahun lalu gagal memperoleh itu. Ladbrokes, perusahan spesialis taruhan yang bermarkas di Inggris, memasukkan nama Haruki dalam urutan pertama sebagai pemenang favorit Nobel.

Nama novelis asal Jepang itu dalam tiga tahun terakhir terakhir selalu masuk nominasi peraih Nobel sastra, tetapi selalu gagal menjadi pemenang.  Selain Haruki, nama lainnya yang dijagokan adalah penulis asal Irlandia, John Banville, penulis Kenya Ngugi wa Thiong’o, penulis AS Joyce Carol Oates, penulis Suriah Adonis dan penulis Spanyol Javier Marías. Hasil kajian Ladbrokes tersebut bisa melenceng karena pemenang Nobel sebenarnya tak bisa diprediksi karena itu adalah mutlak keputusan dewan juri Nobel. Namun rupanya dewan juri malah menuju nama Bob Dylan sang peraih Nobel sastra 2016. Sungguh hadiah yang sangat prestisius, dan banyak yang terkejut,

Lalu kapan hadiah Indonesia meraih hadiah Nobel sastra?, jawabnya tentu sangat panjang, selain persoalan politis dan ekonomi yang tak pernah selesai juga, persoalan lain yang harus diakui ternyata Indonesia belum seaktif banyak negara Eropa dan Cina dalam mengajukan calon kandidat peraih Nobel.

Penulis Fandi Sido mengatakan, daftar pengajuan yang secara resmi banyak diajukan kepada lembaga riset Nobel Foundation tersebar di banyak regional, sering kali sudah penuh ratusan bahkan ribuan nama di tahun sebelum penentuan kandidat. Begitu pula saat Pramdia Ananta Noer dinominasikan berkali-kali untuk kategori Sastra. Beberapa opini berhembus bahwa posisi pemerintah saat itu bingung antara mau mendukung keterpilihan Pram ataukah membincangkan pemberontakan masa lalu yang memosisikan sang tokoh kandidat pada baris pemberontak sejarah bangsa. Nah, politis kan?

 

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: