//
you're reading...
BUDAYA

MEMILIH ACARA TV DI BULAN RAMADHAN

Dimuat di Tribun Jabar Senin 22 Juni 2015

2013 12 10 nobelpreisverleihung_2138105

Kita sudah memasuki hari 5 ke  bulan Ramadhan.  Acara-acara Televisi di tanah air kerap menghiasi ibadah puasa di bulan Ramadhan, acara ini bisa untuk teman sahur maupun ngabuburit. Meski banyak pula yang membuat puasa kita tidak berpahala lantaran melulu yang ditonton tak memiliki nilai religius, dalam arti nilai kebaikan untuk Ramadhan.

Dan sejak beberapa tahun terakhir ini acara komedi menjelang sahur begitu kental, sehingga  tak ada stasiun  televisi pun yang tidak mengusung acara lawakan. Sejak awal seharusnya kita  pandai memilih acara bermanfaat di televisi, kalau tidak, lebih baik matikan TV dan tadarus Quran lebih baik.

Diakui atau tidak, TV menjadi sarana hiburan ekonomis masyarakat, dan masyarakat boleh menuntut program acara hiburan yang eduktaif, karena ia berpotensi mencerdaskan pola pikir masyarakat sekaligus “membodohkan” masyarakat. Saat ini, acara-acara TV memang jauh dari harapan, karena kitalah yang harus pandai memilih dan memilahnya.  Jangan biarkan acara TV menjadi tontonan yang membodohkan. Jadilah penonton cerdas.

Bukan tak boleh nonton acara lawakan menjelang sahur atau buka, tapi persoalannya apakah acara lawakan itu mengisi otak kita atau tidak, kalau hanya sekedar mengocok perut, percuma.

Adalah pelawak Eko Patrio dan Ulfa Dwiyanti, yang memulai acara sahur di TV menjadi beda. Keduanya didaulat oleh sebuah stasiun tv swasta untuk membawakan acara “Sahur Kita” di tahun 1999. Saat itu, tagline nyam nyam nyam  begitu terkenal. Setelah itu, mulai berjamuran acara- acara serupa dengan modifikasi beraneka macam, jika Eko dan Ulfa saat itu memakai format ala siaran di radio, kini sudah bermacam-macam. Jadilah acara lawak menjamur, seperti kolek.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tak tinggal diam, pernah di tahun-tahun lalu menegur sejumlah acara seperti  “Sahurnya Pesbukers” (ANTV), “Yuk Kita Sahur” (TransTV), “Karnaval Ramadan” (Trans TV), “Hafidz Indonesia” (RCTI), “Mengetuk Pintu Hati” (SCTV) “Sahurnya OVJ” (Trans 7), dan acara lainnya, karena tidak sesuain dengan kode etik penyiaran. Namun teguran itu tak digubris para pemilik TV, acara acara serupa dengan ganti nama semakin tak terbendung.

 

Kesadaran dan Kegembiraan

Jika demikian, maka solusinya adalah kita sendiri. Karena sebagai muslim yang beriman tentu saja tidak mau apa yang dikatakan Rasulullah SAW, bahwa banyak diantara manusia yang melaksanakan ibadah di bulan Ramdahan hanya haus dan lapar saja. Karena tidak khusuk melaksanakan ibadah. Kekhusukan itu, salah satunya karena terlalu rajin nonton acara TV.  Temanya bisa saja sangat Islami, tetapi penyajiannnya mungkin tidak islami. Karena dibawakan dengan konyol oleh kaum entertain. Bukan pula Islam mengharamkan humor, karena Islam itu Agama gembira, Agama yang mengajarkan kegembiraan dalam ibadah.

Coba simak, suatu hari Nabi Muhammad sedang makan bersama dengan para sahabatnya, Sayyidina Ali yang posisinya berhadapan dengan Nabi, dengan sengaja mengumpulkan biji kurma dan disimpan di depan meja Nabi.

“Wahai para Sahabat, lihatlah Rasulullah makannya banyak sekali, lihat biji kurma sampai numpuk di depannya” ujar Ali. Semua sahabat mendengar itu tersenyum karena tahu Sayyidina Ali bergurau. Mendengar itu, Nabi dengan nada kalem menjawab. “Saya memang makan banyak, tapi Ali lebih banyak lagi, lihat saja tak ada biji kurma yang tersisa, ia makan dengan bijinya”.

Mendengar jawaban Nabi, semua sahabat tertawa.


Jika ada pertanyaan, apakah humor haram atau tidak?, tentu jawabnya tidak, sepanjang humor itu tidak menghina orang, mengecilkan arti manusia, mencela fisik dan menghina Agama manapun.

Tertawa itu fitrah manusia, dan agama adalah fitrah. Taka ada Agama yang memerintahkan manusia keluar dari fitrahnya, Agama itu kegembiraan yang sesungguhnya, segala perintah agama mesti dijalankan manusia dengan gembira (senang), mulai dari sholat sampai puasa adalah kegembiraan dala            m ibadah.

Saya yakin Agama Islam yang saya anut, mengajarkan seorang muslim harus memiliki kepribadian yang senantiasa optimis, berseri dan gembira.  Apalagi soal humor, tentu dianjurkan agar hidup seimbang dan tidak stress. Rasulullah SAW selalu bergurau dengan isteri-isterinya dan mendengarkan cerita mereka.  Atau ketika Rasulullah SAW bergurau dengan nenek-nenek tua yang datang kepadanya dan berkata, “Doakan aku kepada Allah agar Allah memasukkan aku ke surga,” ujar sang Nenek.

Nabi SAW menjawab “Wahai Ummu Fulan! Sesungguhnya surga itu tidak dimasuki orang yang sudah tua,” wanita tua itu pun menangis, karena ia ternyata tidak akan masuk syurga. Maka Rasulullah SAW dengan cepat memberi pemahaman pada nenek itu bahwa ketika dia masuk surga, ia menjadi gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya.”

Kisah humor  Nabi lainnya seperti dikisahkan Zaid bin Aslam berkata, Ada seorang wanita bernama Ummu Aiman datang ke Rasulullah SAW berkata, “Sesungguhnya suamiku mengundangmu.” Nabi berkata, “Siapakah dia, apakah dia orang yang matanya ada putih-putihnya?.” Ia berkata, “Demi Allah tidak ada di matanya putih-putih!.”

Maka Nabi berkata. “Ya, di matanya ada putih-putih,” maka wanita itu berkata, “Tidak, demi Allah.” Nabi berkata, “Tidak ada seorang pun kecuali di matanya ada putih-putihnya.” Yang dimaksud dalam hadits ini adalah putih yang melingkari hitamnya bola mata.

Tentu saja Nabi tidak bermaksud untuk melawak, tapi sekedar memberi keterangan dengan santai dan difahami ummat. Karena kehidupan harus dihadapi dengan gembira, meski melelahkan. Ya, Nabi Muhammad sangat menebarkan kegembiraan dan kebahagiaan dalam kehidupan manusia. Tertawa atau humor sesuatu yang diperbolehkan di dalam Islam, Rasul telah mencontohkannya lewat sikap dan perilaku, juga para sahabatnya.

Jadi, anda mau ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan kualitas yang bagus?, tinggal pilih saja; nonton tv yang bermanfaat, tadarus quran, itikaf di mesjid, kerja yang rajin,  bercanda dengan anak istri, baca buku dan sebagainya.

Sesungguhnya di dalam agama terdapat hiburan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: