//
you're reading...
BUDAYA

BEGAL DAN KORUPSI

DIMUAT DI PIKIRAN RAKYAT RABU 4 MARET 2015

pr4maret

Begini saja, katakanlah kata Begal yang sekarang sedang ngetrend dit anah air ini, sinonimnya adalah pencuri, garong, penggedor, penjahat, bajak, bandit, penjarah, penyambar, penyamun, perampas, perompak, berandal, lanun, atau peronce. Merupakan tindakan kejahatan menyakiti bahkan membuat nyawa orang lain melayang. Meskipun modus operandi masing-masing istilah berbeda, tapi tetap sebuah kejahatan.

Misalnya mencuri, orang sering mengartikan mengambil harta milik orang lain dilakukan tanpa sepengetahuan pemiliknya, artinya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Tidak menyakiti secara fisik, tapi membuat korban sakit hati.

Tindak kerjahatan lain misalanya Menyamun, merupakan tindakan mengambil harta milik orang lain secara paksa dengan menggunakan kekerasan, ancaman senjata dan terkadang disertai penganiayaan dan pembunuhan yang dilakukan di tempat-tempat sunyi.

Sedang membegal atau begal lebih dekat artinya pada Merampok, yakni  mengambil harta milik orang lain secara paksa dengan menggunakan kekerasan, ancaman senjata dan terkadang disertai penganiayaan dan pembunuhan yang dilakukan di tempat-tempat yang ramai.

Semua perbuatan tersebut memiliki konsekwensi hukum yang sama, dalam KUHP termasuk pasal 365-368 dengan ancaman hukuman bermacam macam, ada yang 9 tahun sampai belasan tahun.

Begal atau rampok merupakan dunia hitam. Dunia yang membuat banyak orang sengsara, bisa juga diartikan sebagai tindakan korupsi. Korupsi itu lebih jahat dari begal yang dilakukan di jalanan. Karena korupsi dilakukan oleh (biasanya)  para pejabat pemerintah, dan jelas mereka “merampok” atau “membegal” uang rakyat.  Meski tidak menyakiti rakyat secara fisik, tapi membuat rakyat jadi  miskin dan megelus dada sambil berkata, “Sakitnya tuh disini…..”

Sejarah dunia kejahatan terus berkembang sampai sekarang di belahan bumi, dengan caranya masing-masing. Pelakunya bahkan kadang menjadi tokoh terkenal, sebuat saja di luar negeri ada sejumlah tokoh penjahat terkenal seperti  Colton Harris-Moore di Washington, dia diduga telah mencuri 5 pesawat, beberapa mobil dan perahu yacht senilai $450.000, serta uang tunai di sejumlah rumah dan tempat bisnis.  Dikenal dengan nama The “Barefoot Bandit” atau penjahat tanpa alas kaki. Lalu  Jesse James (Jesse Woodson James), terkenal sebagai perampok, pernah terlibat dalam penjarahan kereta pada tahun 1864, dan pembunuhan 22 dari 23 tentara AS tak bersenjata di atas kapal dan scalping (dikuliti kulit kepalanya, biasa dilakukan oleh orang Indian) pada beberapa korbannya.

Anda pasti pernah mendengar nama Billy the Kid, lahir 1859 bernama asli William Henry McCarty.  Dia adalah seorang pencuri kuda di Arizona, dan pencuri ternak di New Mexico. Penjahat kurus dan bergigi  berantakan, telah membunuh lebih dari 20 orang.  Di Itali pernah ada penjahat bernama  Salvatore Giuliano dikenal sebagai Robin Hood dari Sisilia, Salvatore Guiliano menjadi penjahat paling terkenal pada sejarah Italia karena keangkuhannya dan kedermawanannya.

Pada abad ada nama Ned Kelly, seorang Penjahat legendaris sekaligus pahlawan rakyat, membunuh 3 petugas polisi di Voctoria, Kelly dan kelompoknya lari sebagai buronan. Mereka merampok bank, membakar seluruh surat gadai di kota, dan mempengaruhi orang Australia keturunan Irlandia untuk berbalik melawan pemerintah.

Pada abad 17 di Perancis terkenal perampok bernama Claude Du Val,  anehnya ia erkenal karena menentang norma-norma pencuri bersenjata jalanan dengan tidak melakukan kekerasan selama melakukan aksinya. Dia merampok dengan menggunakan pesonanya. Sehingga banyak wanita berbondong-bondong untuk membangunkannya di tiang gantungan, berlomba-lomba hanya untuk menyentuh badannya.

Dan perampok fenonemal lainnya tingkat dunia tak lain adalah Vincenzo Peruggia, ialah pencuri lukisan Monalisa dari Museum Louvre di Paris pada tahun 1911.

Mereka merupakan penjahat berskala Eropa dan Amerika, dan terkenal karena kejeniusan, kesadisan, dan keunikannya.

Di tanah air, kita pernah mengenal tokoh dunia hitam seperti Johanes Hubertus Eijkenboom atau lebih populer dengan nama Johny Indo,tapi lupakan perbuatan jahatnya, karena beliau sekarang sudah menjadi seorang  Dai yang menebar kebaikan. Dunia hitam negara kita juga pernah nama Anton Medan atau Tan Hok Liang, seorang mantan perampok dan bandar judi yang kini telah insaf. Ia memeluk agama Islam sejak 1992. Kini  Ia mendirikan rumah ibadah yang diberi nama Masjid Jami’ Tan Hok Liang. Sungguh Johny Indo dan Anton Medan telah mengakhiri perbuatan jahatnya dengan manis.

Di Jawa Barat kita tak asing lagi dengan nama Mat Peci. Dalam kisah nyatanya yang dibuat film disana digambarkan Mat Peci merupakan penjahat berdarah dingin. Sebagai buronan, jejaknya terus diikuti polisi, dan akhirnya Mat Peci dapat diringkus.

Ada juga nama Kusni Kasdut, di 1970 an, salah satu pejahat Legendaris, tertangkap dan di vonis hukuman mati. Penjahat spesialis “barang antik” salah satunya yang paling spektakuler ia merampok Museum Nasional Jakarta. Dengan menggunakan jeep dan mengenakan seragam polisi palsu. Tapi Kusni Kasdut sempat dijuluki “Robin Hood” Indonesia, karena ternyata hasil rampokannya sering di bagi – bagikan kepada kaum miskin.

Yang tak bisa dilupakan nama Slamet Gundul. Lelaki berpipi tembam, hidung lebar, dan tanpa lipatan kelopak mata itu dulu di tahun 1989 pernah menjadi musuh polisi nomor satu. Namanya berubah-ubah. Kadang Slamet Santoso, lain waktu Samsul Gunawan. Tapi julukannya yang top adalah Slamet Gundul.  Merupakan tersangka bos kawanan garong nasabah bank bersenjata api yang belasan kali menggegerkan berbagai kota di seantero Pulau Jawa.

Dan mereka juga terkenal karena kejeniusan, kesadisan, dan keunikannya.

 

Begal=Korupsi

Seperti juga penjahat yang berada di gedung parleman, mereka selalu menggunakan kepandaiananya untuk mencuri uang rakyat dengan cara apa saja, bisa melalui dana bantuan sosial, hibah, atau apa saja termasuk APBD.

Tahun lalu, Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis 48 nama anggota DPR RI maupun DPRD terpilih yang terjerat kasus dugaan korupsi dari berbagai wilayah yang terdata.  Dari kasus Rizki Taufik dRI Partai Demokrat/ anggota DPRD Kabupaten Bandung. Ia terjerat dalam kasus penyalahgunaan dana pada proyek pembangunan taman, lapangan upacara dan fasilitas parkir di 29 sekolah dasar di Kabupaten Bandung sampai Jero Wacik dari Partai Demokrat, ia terjerat kasus korupsi dan pemerasan di lingkungan Kementrian ESDM  sebagai tersangka di KPK.

Memberantas begal dalam bentuk perampok, garong atau apa saja, sebenarnya tidak sulit, Polisi sudah sangat  faham mengendalikannya. Tapi begal berdasi dan berpakaian rapih, sungguh sulit diberantas, karena ia kadang bisa dilihat tapi bukti-buktinya selalu samar-samar. Bahkan para tersangka korupsi sedang dimabuk wabah Sarpinisme, sebuah upaya “pembersihan” diri mereka dengan cara mempraperadilankan KPK.

Kalau sudah begini, disitu kadang saya merasa sedih!

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: