//
you're reading...
BUDAYA

FESTIVAL DRAMA BASA SUNDA

PIKIRAN RAKYAT, DESEMBER 204

(2 dari 4 Tulisan)

tet

Ada sebuah festival teater yang panjang digelar,  sebuah usia yang panjang untuk sebuah festival (teater), ialah Festival Drama Basa Sunda  (FDBS) Jawa Barat dan Banten yang digelar Teater Sunda Kiwari.

Sejak tahun 1990 FDBS digelar dan menjadi salah satu festival kebangaan orang sunda serta Jawa Barat, meskipun perhatian pemerintah kurang begitu terlihat, kehadiran  Wakil Gubenur Jawa Barat Dede Yusuf dan Deddy Mizwar yang nota bene orang teater, tak berpengaruh apa apa terhadap teater di Bandung. Namun teater di bandung tetap hidup dengan kegigihan para pelakunya.

FDBS digelar demi keberlangsungan bahasa sunda, kesadaran untuk menggunakan bahasa daerah khususnya bahasa Sunda didalam bermasyarakat merupakan prosentase yang sangat tinggi dari hambatan-hambatan yang dirasakan saat ini terutama pada kaum mudanya.

Salah satu upaya yang tepat untuk lebih menggairahkan serta meningkatkan kembali kesadaran masyarakat akan memelihara seni,budaya dan bahasa daerahnya, iakah melalui teater.

Seni drama  sebagai salah satu bentuk seni yang boleh dibilang kongkret sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas dalam bidang seni tari, seni lukis, seni musik. Selain itu, seni drama juga bisa dijadikan media untuk silaturahmi, pembinaan penggunaan bahasa (sunda),  berapresiasi dan juga mengajak masyarakat agar bertindak lebih jauh disamping hanya sebagai ajang hiburan.

“Ya, selain  sebagai upaya melestarikan Bahasa Sunda yang diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada pengembangan bahasa nasional, juga secara psikologis, cerita yang dikemas dalam bentuk teater akan merangsang keterlibatan emosi masyarakat terhadap kesenian sunda” ujar Hadi AKS, salah seorang sastrawan sunda.

Festival Drama ini juga sebagai menjalin silaturahmi antar peminat, penikmat, praktisi dan kritisi drama dalam rangka persatuan dan kesatuan bangsa, membina dan meningkatkan daya apresiasi seni.

Teater Sunda Kiwari yang berdiri sejak 1975 ini, terus eksis. Kelompok teater ini bisa diterima karena memunculkan ide baru dengan mengusung konsep sebagai teater Sunda modern. Sebetulnya Teater Sunda Kiwari sama saja dengan kelompok teater lainnya di Bandung. Hanya beda bahasa.

Menurut salah seorang pendiri teater ini, R.Dadi P. Danusubrata, di awal TSK berdiri sering dicibir oleh masyarakat masih kurang memiliki kesadaran yang cukup untuk turut serta secara aktif memelihara budayanya sendiri. Dan Festival Drama Bahasa Sunda (FDBS).menjadi media “dakwah” bahasa sunda lewat pemangungan peristiwa.

Sampai saat ini FDBS digelar dua tahun sekali dan sudah 13 kali berlangsung, ditambah FDBS Pelajar yang sudah berlangsung 3 kali.

Setelah kelompok teater sunda terdahuluseperti Sri Murni tak hidup lagi, maka teater Sunda Kiwari terus memelihara dan mengembangkannya. Teater menjadi medaia yang efektif untuk melesatraikan bahsa sunda, bahkan secara tidak langsung memperkenalkan sejarah kebudayaan, tradisi, alat dan jenis kesenian sunda lainnya.

Perkembanhgan teater sunda di Jawa Barat menarik perhatian, hingga pada FDBS tahun kemarin, peserta ada yang datang dari Kalimantan. Tentu saja menjadi kekayaan tersendiri bagi teater di tanah air.(Matdon)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: