//
you're reading...
BUDAYA

KRITIK DAN KERIPIK

keripikMatdon – Rois ‘Am Majelis Sastra Bandung

Dimuat Tribun Jabar, Selasa 16 Desember 2014

Dan menulis merupakan kegiatan intelektual yang sangat bermanfaat untuk mencurahkan kecintaan terhadap kota dan bangsa. Apakah nanti tulisan itu bentuknya kritik atau memuji. Yang pasti intinya cinta.
Saya mencintai Kota kelahiran saya, kota Bandung. Saya lahir dan dibesarkan di Bandung (kata “saya” kemudian bisa dipakai oleh siapa saja yang merasakannya, anggap saja kata “saya” sebagai “Aku Lirik” pada puisi). Kecintaan saya pada kota ini dituangkan dalam kegiatan menulis, entah puisi atau esai. Dan saya yakin itu bukan kegiatan sia-sia. Mengkritik kota yang telah melahirkan saya artinya mengkritik ibu kandung dengan kasih sayang, mengkritik kota Bandung itu artinya mencitai kota Bandung.
Kritik kemudian ada beberapa kriteria, ada kritik yang harus disertai jalan keluarnya, ialah kritik yang dilakukan para ahli, misalnya seseorang Ahli Taman mengkritik kota Bandung tentang keberadaan Taman yang “riweuh teu puguh”, maka ia harus bisa memberi solusi terbaik bagi kotanya. Atau kritik terhadap program pendidikan kota Bandung yang tidak jelas, dan kritik itu dilakukan oleh seorang pendidik, maka ia harus mencari solusi tentang pendidikan.
Ada juga kritik yang tidak perlu mencari solusi, ialah kritik yang dilakukan oleh rakyat biasa. Rakyat boleh mengkritik dan “kukulutus” dengan sopan santun” tanpa harus memberi solusi karena ia memang tidak punya keahlian tentang apa yang dikritiknya. Seorang penulis boleh saja mengkritik tanpa harus tahu solusinya, tapi ia bisa diajak berembug untuk mencari solusi yang dimaksud.
Kritik atau mencurahkan pemikiran intelektualnya untuk kemajuan sebuah kota, tidak harus ditanggapi oleh pengikut penguasa dengan kemarahan, Karena kemarahan pengikutnya akan jadi bumerang bagi seoarng walikota. Biarkan saja Walikota menjawab dengan caranya sendiri, atau melalui wakilnya atau melalui humasnya atau melalui Kepala Dinas terkait.
Kalaupun mau ikut menjawab kritikan tentu saja harus lebih intelektual, harus lebih ramah dan berwawasan ikhlas yang tinggi. Pengikut yang turut marah jika walikotanya dikritik malah membuat suasana gaduh dan bising.
Kritik’ adalah sebuah sumbangan pemikiran dalam bentuk kekecewaan atau saran bukan mencemooh lalu diam, Kritik itu sebuah analisa dan evaluasi sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki sebuah pekerjaan..

Susahnya Menanggapi
Memang merespon kritik bukan hal mudah. Karena walupun kritik itu destruktif atau konstruktif, tetap saja akan membuat rebing ceuli, merah telinga. Bahkan kalau terlalu pedas bisa membuat emosi tingkat tinggi. Maka jika ingin berbuah manis, tanggapi kritik itu dengan manis pula, kalau bisa ditanggapi secara humoris, tapi tetap serius. tentu sepanjang kritikan itu tidak berlebihan seperti yang ditulis oleh sesroang di twiter, memarahi kota Bandung dan Walikotanya dengan marah marah tak beraturan.
Untuk Walikota sebagai Kepala Daerah, harus menamankan diri bahwa kritik itu penting, jangan pernah merasa terancam kehormatan dan harga diri jika rakyat sedang mengritik. Ketika rakyat mengkritik itu artinya mereka sedang mencintai kotanya, kritik dengan menghina itu beda.
Kritik yang renyah dan sopan, apalagi melalui tulisan serta pemikiran, nyaris sama dengan kripik, enak dimakan apalagi didorong air teh manis atau kopi, tapi ingat kripik juga ada yang bikin seuhah dan membuat batuk-batuk, sama dengan kritik.
Sekali lagi saya ingin mengulang, kritik terhadap Walikota kemudian direspon oleh para pengikutnya jangan sampai membuat persoalan jadi suram, kritik yang direspon dengan hati yang panas dan emosianal akan buruk hasilnya. Karena cara penerima kritik bisa menunjukan kedewasaan seorang pemimpin juga pengikutnya.
Pernah suatu kali, Ketua Dewan Nasional WALHI Dadang Sudardja mengkritik keberadaan lapangan futsal di kota Jl. Supratman Bandung, malah ia dituding sebagai provokator oleh pengikut Walikota. Ini preseden buruk bagi perkembangan sebuah kepemimpinan.
Untuk mendewasakan pemikiran dalam menerima kritik, maka walikota harus banyak berdiskusi agar wawasan kebangsaan dan kerakyatanya lebih bijak. Dan ber-terimakasihlah pada pengkritik, sebab krtik merupakan salah satu pemicu majunya kota Bandung menjadi juara. Hoyong juara sanes Bandung teh?.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: