//
you're reading...
BUDAYA

Suara Merdu Gitar Bambu

B (68)oleh : Matdon

dimuat Senin 13  Oktober 2014 di Pikiran Rakyat

Alat musik dari bambu memang keren, sebut saja angklung, seruling, karinding, kolintang, calung, angklung, arumba, dan seabreg alat musik lainnya.
Selain itu, hingga saat ini terhitung ada 14 jenis alat musik lainnya yang dibuat oleh sebuah komunitas yang menamakan diri Indonesian Bamboo Community (IBC) Cimahi, diantaranya Contra Bass bambu, cello bambu, gitar bambu, biola bambu, clarinet bambu, perkusi bambu, terompet bambu, kecapi bambu, dan saxophone bambu serta piano bambu.
Begitu juga gitar yang terbuat dari bahan bambu. Tak hanya bentuknya yang unik suara yang dihasilkan pun mengandung unsur bambu yang unik.
Ada banyak orang yang sudah membuat gitar bambu, sebut saja Yuyus Tanuatmadja, seorang lulusan Konservatori Karawitan Bandung, telah menbuat gitar Gitar bas elektrik, dan gitar melodi. Nama lain yang ada kaitannya dengan gitar bambu adalah Adang Muhidin dan Abah Yudi Rahmat dari Cimahi, Abah Dasep dari Kota Bogor. Mereka menjadikan bambu sebagai bahan dasar alat musik modern yaitu gitar.
Dan dua tahun lalu, Tepatya pukul 12.00 WIB, tanggal 12 bulan 12 tahun 2012 (12-12-12-12), sebuah gitar akustik terbuat dari bambu “Awi Tali” selesai dibuat oleh Abu Sofyan (32), salah seorang pengrajin Gitar di Bandung.
Gitar tersebut diselsaikan Awan, panggilan akrabnya selama dua minggu, namun penelitian untuk memnciptkananya lebih dari enam bulan. Awan tak lain adalah cucu dari maestro gitar Indonesia Abah Anong Naeni (almarhum) yang meninggal dunia dua bulan lalu.
“Gitar ini saya dedikasikan untuk kakek saya, yang telah membesarkan saya dan mendidik saya dalam membuat gitar”, ujar Awan seraya meyakinkan bahwa gitar bambu ini merupakan gitar pertama di Indonesia bahkan di dunia. Seluruh bahan gitar ini tidak ada unsur apapun selain bambu, kecuali snar gitar tetap haru dari nilon.
Sejak remaja Awan belajar gitar dari Abah Anong yang pada tahun 2000 lalu membuat ulang gitar 17 nada yang dulu pernah dibuat oleh R.M.A. Koesoemadinata. “Karena jasa belialu lah saya akhirnya bisa melakukan inovasi dalam pembuatan gitar,” tambah Awan saat ditemui di rumahnya.
Menurut Awan, proses membuat gitar ini memang hanya dua minggu, tapi proses perenungan nya bersama pemusik balada Mukti-Mukti (47) sangat lama, karena selain butuh penelitian juga susahnya mencari bambu yang bisa dijadikan bahan.
Dalam kurun waktu enam bulan, dicoba berbagai jenis bambu dan akhirnya bambu “Awi Tali” lah yang cocok untuk gitar. Setelah itu lalu Awan melakukan konsultasi dengan Mukti-Mukti, sehingga jadilah gitar bambu tersebut.
“Alhamdulillah saya dan Mukti selesai membuat gitar ini pada jam, tanggal, bulan dan tahun yang oleh banyak orang dijdikan sejarah, yakni 12-12-12” katanya tanpa bermaksud menyombongkan diri.
Gitar bambu yang diberi nama “Kitara Langit Biru” ini untuk pertama kalinya akan dimainkan oleh Mukti-Mukti pada konser tunggalnya 22 Desember 2012 di Auditorium Pusat Kebudayaan perancis (CCF) Bandung Jl.Purnawarman Bandung.
Gitar akustik sangat cocok untuk dimainkan dalan genre musik balada, dan dua tahun kemudian, tepatnya akhir pekan kemarin (Sabtu 27 September 2014), Mukti-Mukti kembali memainkan gitar akustik bamboo dalam konser cinta bertema “Garis Khatulistiwa” di tempat yang sama.
Dari Gitar Akustik Bambu itu, mengalir syair-syair perlawanan lembut, bicara soal tanah milik Marsinah yang direbut penguasa, teriak lembut soal revolusi, dan tentu saja guman cinta yang indah. Seperti saat Mukti menyanyikan “Surat Kepada D”, sebuah lagu yang ditulis oleh Budi Godot.
Bambu, sejak lama menjadi symbol perlawanan bagi para pahlawan dengan bambu runcingnya, tapi tidak harus menjadi alat bunuh diri ketika cinta menjadi sebuah sistem yang membuat orang patah hati. Bukan begitu Muk?.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: