//
you're reading...
BUDAYA

Gitar Akutsik dan Musik Balada

oleh : Matdon

diimuat Senin 13 Oktober 2014 di PIKIRAN RAKYAT

B (67)

Bentuk tubuh wanita yang aduhai seringkali diibaratkan sebuah gitar (Spanyol), karena konon sebagian besar pembuatan gitar berasal dari Spanyol, berbentuk indah dan lekukannya seksi.
Adalah gitar akustik, sebuah instrument musik dengan tubuh berongga, memiliki leher panjang, soundboard kayu datar, tulang rusuk, dan punggung datar.
Sebagian sejarah menyebutkan, Gitar berasal negara timur yang kuno, ini bisa dilihat dari plak tanah liat yang berhasil digali dari Babilonia pada 1850 SM. Pada plak tersebut terdapat gambar yang menunjukan sebuah alat musik yang mirip dengan gitar.
Kata gitar sendiri diambil dari nama alat musik petik kuno di wilayah Persia pada tahun 1500 SM yang dikenal sebagai citar atau sehtar. Lalu berkembang menjadi berbagai macam model gitar kuno yang dikenal dengan istilah umum tanbur. Pada tahun 300 SM Tanbur Persia dikembangkan oleh bangsa Yunani dan enam abad kemudian dikembangkan oleh bangsa Romawi.
Pada tahun 476M alat musik ini dibawa oleh bangsa Romawi ke Spanyol dan bertransformasi menjadi guitarra Morisca yang berfungsi sebagai pembawa melodi, dan Guitarra Latina untuk memainkan akor.
Tiga abad kemudian bangsa Arab membawa semacam gitar gambus dengan sebutan Al-Ud ke Spanyol. bangsa Spanyol kemudian membuat alat musiknya sendiri yang disebut vihuela. Sebagai hasilnya, vihuela menjadi populer di Spanyol sementara alat-alat musik pendahulunya sedikit demi sedikit ditinggalkan.
Lalu lahir Gitar akustik, dengan bagian badannya yang berlubang. Telah digunakan selama ribuan tahun. Terdapat tiga jenis utama gitar akustik modern yakni gitar klasik (nylon-string gitar), gitar akustik string baja, dan gitar archtop.
Salah satu gitar yang terkenal saat itu adalah Guitarra Latina yang memiliki sisi melengkung. Diperkirakan gitar jenis ini berasal dari daerah yang terletak di Eropa. Selain Guitarra Latina, masih ada Guitarra Morisca yang dibawa ke Spayol. Pada abad ke-15, gitar dengan 4 senar ganda mirip dengan kecapi menjadi populer. Kemudian pada abad ke lima, satu senar ganda lagi ditambahkan membuatnya menjadi gitar dengan 5 senar ganda.

Akustik Dan Balada
Pada perkembangannya gitar akustik sering dimainkan oleh para musisi musik balada, sebuah musik yang memiliki hubungan intim dengan karya sastra puisi.
Jenis musik ini “membaca” puisi cara bersenandung, menceritakan suatu kisah yang terdapat di lingkungan masyarakat serta mengandung unsur kritik, cinta dan humor.
Di Indonesia kita mengenal beberapa musisi balada diantaranya Ebiet G Ade, Franky Sahilatua, Ully Sigar Rusady, Dima Miranda, Leo Kristi, Tom Sleve, Untung Basuki, Sawung Jabo, Iwan Fals, Elly Sunarya, Jhon Tobing, Rita Rubby Hartland dan lain-lain. Di Bandung kita mengenal Iwan Abdurrahman, Mukti-Mukti, Yayan Katho, Ganjar Noor, Bram Bhimoseno, Egy Fedly, Adew Habtsa dan banyak lagi. Di tiap daerah pasti memiliki musisi balada.
Musik balada merupakan musik yang berbentuk narasi musik. Balada secara khusus merupakan karakteristik dari puisi dan lagu populer dari Kepulauan Inggris, dari periode abad pertengahan sampai abad 19, dan digunakan secara luas di seluruh Eropa, lalu Amerika, Australia dan Afrika Utara. (Ini ditukil dari kitab Wikipedia).
Seperti halnya musik rock, jazz, reage, metal dan sebagian jenis musik tradisi, di Indonesia sendiri musik balada lebih pada perenungan dan perlawanan. Lagu cinta dalam musik balada hanyalah sebuah interupsi dari keisengan pemusiknya, atau memang benar benar sedang jatuh cinta dan prustasi?. Wallahu a’lam.
Yang jelas, pada dasarnya memang musik atau nyanyian kerap kali menjadi muara perjuangan bagi ketidak adilan dan memberi semagat gairah mencintai negeri. Lihat saja betapa Ismail Marzuki dan WR, Supratman, C. Simanjuntak dan lain-lain, menciptakan lagu untuk memberi semangat perjuangan dan cinta tanah air.
Kembali ke balada, jenis musik ini sering digunakan oleh penyair dan komponis sejak abad ke-18, ini dilakukan mereka agar dapat menghasilkan balada liris. Musik balada bisa dipadukan dengan jenis musik lain seperti rock, jazz, blues atau dangdut sekalipun dan tetap menggunakan gitar akustik.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: