//
you're reading...
BUDAYA

GEDEBOG PISANG JADI GITAR AKUSTIK

B (70)oleh : MAtdon

Pikiran Rakyat, Senin 13 Oktober 2014

Gedebog pisang biasanya dibuat untuk pakan ternak kelinci, ikan, kambing dan hewan piaraan lainnya. Ia juga merupakan media antiseptik yang dipercaya mampu meredam pertumbuhan bakteri dan berpotensi menimbulkan cacing-cacing kecil yang notabene merupakan salah satu makanan berprotein tinggi bagi belut.
Selain itu, sudah banyak orang menggunakan gedebog pisang sebagai bahan baku kerajinan tangan, mulai dari tas, tempat menyimpan tisu, tempat menyimpan ballpoint dan sebagainya, bahkan untuk bahan dasar lukisan dan hiasan sebagai cinderamata. Tapi di tangan musisi balada asal Bandung, Mukti-Mukti (47) gedebog pisang disulap menjadi sebuah gitar akustik.
Awal Ramadan 2013 lalu, saat menjelang Konser musik Ramadhan di Gedung Indonesia Menggugat Bandung, Mukti Mukti mulai dengan imajinasi “nakalnya” ia mengajak Solichan dan Kutiba dari Cidadap Cisurupan Garut untuk membuat gitar dari gedebog.
Maka dimulailah tahapan itu, mula-mula gedebog pisang itu dipisahkan, dibiarkan supaya busuk, lalu diblender menjadi “bubur”, setelah itu dimasukkan dalam bak.
Proses selanjutnya penyaringan bahan bahan bubur gedebog itu dengan screen seperti membuat kertas daur ulang. Selesai disaring lalu dikeringkan, hingga mengeras dan dipress tidak menggunakan mesin, karena serat gedebog pisang sangat rapuh. Jika cuaca panas, pengeringan bubur pisang gedebog pisang yang sudah disaring itu memakan waktu dua minggu.
Setelah kering, dipisahkan dan diukur sesuai ukuran gitar, dilem berlapis-lapis hingga kuat. Tentu saja butuh ketelatenan yang super teliti, agar benar benarkuat. Dibentuk gitar, maka jleg, jadilah gitar akustik gedebog pisang.
Maka gitar gedebog pisang itu akhirnya untuk pertama kali bisa digunakan dalam konser musik Ramadhan akhir Juli tahun lalu. Semuanya terbuat dari gedebog pisan kecuali senar. Dan ini gitar akustik gedebog pisang pertama di dunia, Saya yakin itu.
Mukti-Mukti, musisi balada yang terkenal dengan lagu “Revolution Is” itu berguman, bahwa pembuatan gitar akustik gedebog pisang tak lain untuk memberi sumbangan pemikiran kepada semua pengrajin kriya, agar lebih bisa mengembangkan kerajinan gedebog pisang menjadi apa saja.
Untuk musik sendiri serta akademisi, gitar akustik gedebog pisang bisa jadi bahan kajian ilmiah. “Semoga menjadi dukungan moral bagi masyarakat untuk banyak mengolah produk dari pohon berserat, karena ini nantinya akan bernilai ekonomi tinggi. Bayangkan jika gedebog pisang yang biasanya dibuang percuma, jika sudah dibuat berbagai macam kerajinan, kan bisa menghasilkan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Mukti.
Ya, Gitar Akustik Gedebog Pisang diharapkan mampu menjadi pemicu masyarakat petani untuk mengolah batang pisang menjadi bahan berguna lainnya. Selain untuk sharing pada pengkriya gitar, Mukti ingin membuktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia mampu membuat gitar tematik.
Konon di Tanggulangin, Tanjungharjo Jatim, seorang pengrajin bernama Tukimin memiliki kurang lebih 250 jenis produk kerajinan dari gedebog pisang, mulai dari aneka tas, karpet, box, keranjang, dan furniture rumah tangga menjadi produk andalan yang kapasitas produksinya 1 kontainer per bulan. Harganya mulai dari ribuan hingga jutaan rupiah.
Dan luar biasa!, pasar mancanegara sangat menyambut baik produk kerajinan gedebog pisang buatan Tukimin. Bahkan produk gedebog pisang lebih laris di pasar mancagera dibandingkan pasar lokal. Negara-negara di Eropa, Hongkong, Jepang menjadi langganan tetap produk pelepah pisang tersebut.
Sekarang gedebog pisang sudah jadi gitar akustik, mengeluarkan nada dan irama yang indah, anda bisa mengembangkan ide Mukti-Mukti menjadi apa saja. Menjadi indah tentunya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: