//
you're reading...
BUDAYA

BUANGLAH SUMPAH PADA TEMPATNYA

oleh – Matdon –  dimuat Pikiran Rakyat Jumat 26 September 2016

Delapan tahun penjara, vonis yang diterima mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang terkait proyek Hambalang dan proyek APBN lainnya. Anas tak bahagia dan mengerang, lalu digulirkannya dari mulutnya Sumpah Mubahalah. Sebuah sumpah yang hanya ada dalam hukum Islam.
Lalu apa Sumpah Mubahalah itu?. Apakah sama dengan Sumpah Pocong?, mari kita temui keduanya.
Di Indonesia dikenal Sumpang Pocong, sebuah sumpah “tradisi” di hampir semua daerah di Indonesia. Dilakukan oleh dua orang yang sedang bertengkar, dimana kedua orang itu menggunakan kain kafan seperti orang mati, dan masing-masing bersumpah bahwa dirinya yang benar. Jika di kemudian hari terbukti, maka yang salah akan mendapatkan kutukan.
Sementara Sumpah Mubahalah, merupakan sumpah yang dilakukan oleh seorang muslim dan non Muslim. Dimana keduanya saling berdoa kepada Tuhan agar Tuhan menjatuhkan laknat kepada pihak yang berdusta, Sumpah ini untuk menentukan akidah mana yang benar di hadapan Allah.
Pada tahun ke 9 Hijriyah, Sumpah Mubahalah pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw pada pendeta dari Najran, dan ini trcatat dalam Al-quran Surat Ali Imron ayat 61; “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.”
Saat itu utusan pendeta berjumlah 60 orang pasukan berkuda datang pada Nabi, tapi yang terlibat diskusi hanya 2 orang (yaitu Al-Aqib dan As-Sayyid).
Nah, Mubahalah yang pernah diajukan oleh Rasul pada masa itu bukan lantaran kehabisan akal, melainkan untuk mencari titik puncak penyelesaian semua diskusi. Sebab tidak mungkin Islam mengakui konsep ketuhanan Nasrani Najrin, begitupun kaum Nasrani Najran tidak mau menerima konsepsi Tauhid Islam. Meskipun dalam hal ini Mereka mengakui kebenaran Islam dan kenabian Muhammad.
Sumpah Mubahalah tidak dikenal dalam undang-undang kitab pidana Indonesia. Ia bisa ditemui pada peristiwa terhadap terdakwa yang mengaku sebagai “Nabi” atau “Rasul”, terdakwa yang berani merubah hukum atau syariat Islam.
Mubahalah itu semacam puncak dari semua pembuktian terhadap kebenaran yang diyakini seseorang bila semua pembuktian apapun sudah diberikan tetapi masih ditolak hakim. Jika sesorang berani berkata atas nama Allah dan kebenaran-Nya, maka orang itu harus berani untuk membuktikan kejujuran dan kebenaran itu dihadapan Allah.
Allah telah menawarkan Sumpah ini sebagai solusi menghadapi pembangkangan. Dengan harapan pihak yang membangkang bisa mengakui kesalahannya.
Pertanyaannya, sesuaikah permintaan Anas Urbaningrum yang meminta hakim untuk sumpah Mubahalah?, Hemat saya, itu tidak perlu dilakukan sebab seperti juga sumpah pocong, sumpah Mubahalah tidak dikenal dalam KHUP negeri Indonesia. Sebaiknya Anas menerima vonis 8 tahun penjara, masih ada MK tempat ia mengadu, masih ada Tuhan tempat ia berlindung. Toh hakim juga tidak memvonis ia untuk digantung di Monas sesuai permintaan Anas sebelumnya, karena hakim dan jaksa sangat menghormati hukum, bukan menghormati sumpah yang tak masuk akal: permintaan Anas agar ia digantung di Monas jika ia bersalah, juga tak dikenal dalam KUHP kita.
Anas sebaiknya menyimpan permintaan itu, karena sebelum vonis diketuk ia telah berjanji untuk menerima semua keputusan hakim. Menepati janji jauh lebih terhormat, ketimbang mengumbar sumpah Mubahalah. Jika kemudian hukum vonis itu salah, maka akan terbukti juga salah dan benarnya nanti.
“Buanglah sumpah pada tempatnya”, itu lebih baik agar tak jadi konflik, lebih sempurna ketimbang terus menerus merasa “benar.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: