//
you're reading...
BUDAYA, UMUM

Ramadhan, Piala Dunia dan Pilpres

ram

Ditulis bulan Juni 2014

Ada 3 peristiwa di bulan juni dan juli ini. Peristiwa pertama adalah peristiwa penting bagi seluruh alam, dua peristiwa lainnya bisa penting bisa tidak. Peristiwa pertama, bulan suci Ramadhan, ini sebuah peristiwa penting bagi ummat Islam maupun non Islam, sebab di dalam bulan Ramadhan terkandung hikmah yang sangat besar. Dan bisa dirasakan oleh seluruh manusia di dunia.
Peristiwa kedua adalah piala dunia sepakbola, ini penting bagi prestasi sebuah negara, penting juga bagi hiburan rakyat, juga penting bagi perdamaian dunia, dan penting penting lainnya, yang metasa tidak penting dari peristiwa ini ialah ibu ibu rumah tangga, yang merasa terganggu kenikmatan istirahatnya, harus memikirkan beban listrik serta bagi yang tidak senang sepakbola peristiwa ini tidak penting.
Tapi nyatanya katagori orang terakhir, suka malu-malu jika di kantor atau warung kopi ngobrol Sepakbola, maka ia akan pura pura larut dalam obrolan meski tidak faham.
Dan peristiwa ke 3 tentu saja Pilpres, ini bisa penting bagi para capres dan cawapres, penting bagi tim sukses, penting bagi pengelola Partai Politik, penting juga bagi calon menteri dan bagi calon pembohong.
Peristiwa pilpres tidak penting bagi orang yang tidak berkepentingan, karena dalam benaknya pilpres hanya menghabiskan biaya serta tidak berdampak bagi kehidupan manusia. Rakyat jelata ada yang merasa tidak penting adanya pilpres juga ada yang merasa penting.
Dua peristiwa sudah berakhir, yakni Piala Dunia dan Pilpres, meskipun Pilpres masih menyisakan masalah soal siapa pemenangnya.


Di bulan Ramadhan, ummat Islam bisa beribadah karena selain kewajiban mutlak juga ia akan berdampak menjadi orang yang betakwa. Orang bertakwa ialah orang yang memahami dirinya, memahami Allah, mamahami prestasi sepakbola, memahami Pilpres, memahami keinginan kaum miskin, dan memahami alam sekitarnya.
Orang yang khusuk dan ihlas menjalani Ramadhan ia akan nampak berakhlak baik setelah Ramadhan berlalu sampai ketemu Ramadhan berikutnya dan berikutnya.
Piala Dunia pasti berdampak pada tatanan Ekonomi sosial, budaya dan (mungkin) pemerintahan. Pilpres juga demikian, berdampak pada seluruh tatanan yang ada di masyarakat wabil khusus Pilpres akan berdampak lain, yakni melahirkan pemimpin, penguasa, pengusaha, mentri dan sebagainya yang akan memiliki karakter penjahat atau penyayang rakyat.
Tidak ingin membandingkan 3 peristiwa tersebut, karena bagaimanapun juga bulan Ramadhan itu lebih mulia, lebih penting dari berbagai peristiwa sosial, agama, ekomi, budaya. Lewat Ramadhan, kita sebagai bangsa yang memiliki banyak klub sepakbola, juga memiliki Pemilu (Pilpres) hendaknya mulai berpikir dewasa dan mulai mawas diri dan bertanya pada diri sendiri, kapan Indonesia bisa masuk Piala dunia dan kapan demokrasi kita bisa dirasakan msayarakat.
Ramadhan bulan interospeksi bagi kelalaian bangsa atas kampanye yang saling menyudutkan satu sama lain. Juga interospeksi bagi prestasi sepakbola negeri ini.
Untuk tahun ini kita bisa mengucapkan sambutlah bulan suci Ramadhan dengan kegembiraan yang hebat, kegembiraan ibadah. Menonton Piala Dunia dengan riang gembira dan harapan, bahwa suatu saat nanti Indonesia menjadi salah satu negara dari 32 negara peserta Piala Dunia. Pilpres juga harus gembira jangan menjadi pemilu yang menakutkan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: