//
you're reading...
BUDAYA

FESTIVAL SENI NUSANTARA 2009

Digelar STSI Bandung
Sinar Harapan Oktober 2009

Meski sering menggelar festival, namun untuk pertama kalinya Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung, menggelar Festival Seni Nusantara (Fesnus) 2009, yang berlangsung pada 12, 13 dan 14 Oktober 2009.
Fesnus yang baru pertama kali diselenggarakan ini, diikuti seluruh jurusan di STSI. Setiap jurusan, menampilkan hasil garapan dan karya terbaru, baik dari seni teater, tari, maupun karawitan.
Menurut Ketua panitia Fesnus, Sis N.S, karya-karya terbaru yang ditampilkan dalam Fesnus 2009 antara lain pertunjukan seni “Pasundan Menangis” karya koreografer Didin Rasidin (jurusan seni tari), pertunjukan “Puisi Tubuh yang Runtuh” karya sutradara Rachman Sabur (seni teater), konser karawitan “Petik, Gesek, dan Gamelan” dengan musisi Caca Sopandi, Dody Ekagustiman, Lili Suparli, dan Rizky dari jurusan seni karawitan, serta pameran seni rupa (jurusan seni rupa). Sementara peserta dari Solo mempertunjukkan musik “Bedah S3” dengan komposer Yasudah, dan pertunjukan teater tari “Jalan Sunyi Mbah Sura” karya Silvester Parmadi.
Dalam pembukaan festival Senin malam kemarin (12/10/2009) digelar seni barongsai Naga Merah, Seni barongsai ini sengaja ditampilkan untuk melestarikan seni asal Cina.Selama ini menurut Sis, seni barongsai banyak dipercaya bisa mendatangkan penonton yang banyak, namun pada malam pembukaan itu, nyatanya penonton tetap masih sedikit.

STSI Kurang Dikenal
Menurut Ketua STSI Bandung, Drs. Enoh, M.Hum. festival ini merupakan wujud misi STSI yang ingin menjadikan STSI sebagai pusat kajian seni pertunjukan di Jabar. Selama ini STSI kurang dikenal oleh masyarakat, jadi melalui ajang ini , STSI ingin dikenal sebagai tempat pergelaran seni atau gedung pertunjukan.
Namun Enoh berharap, walaupun berasal dari dalam STSI, hasil karya ini diharapkan bisa diapresiasi masyarakat. Sehingga, kesan karya seni STSI hanya untuk STSI tidak muncul lagi, seperti selama ini.
STSI Bandung merupakan bagian dari Nusantara, dan harus mengembangkan seni, baik seni tradisi maupun modern, semuanya bersumber dari seni yang ada di masyarakat Jabar, khususnya Kota Bandung.
Diukatakan Enoh, Jabar dan Kota Bandung merupakan bagian dari Nusantara, sehingga STSI berkewajiban mengangkat seni yang ada dan berkembang di tengah masyarakat.
“Selama ini STSI kurang dikenal masyarakat sebagai tempat pertunjukan seni, STSI hanya dikenal sebagai sekolah penghasil seniman maupun berbagai seni,padahal, berbagai kesenian sering ditampilkan disini,” keluh Enoh

 

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: