//
you're reading...
BUDAYA

Konser Garin Dan Franky 2009

RINDU PRESIDEN BARU
Matdon – Sinar Harapan Juni 2009

Dongeng adalah sebuah cerita yang diungkapkan lewat tutur cerita, dari mulut ke mulut. Dongeng biasanya berisi kisah nyata maupun tak nyata, legenda atau sejarah peradaba manusia, dan lain-lain. Lalu apa jadinya jika dongeng itu diungkapkan lewat lagu-lagu balada dan yang di dongengkannya tentang realita hidup kekinian; hidup berkebangsaan di alam reformasi.
Adalah Franky Sahilatua, seorang penyanyi balada negeri Indonesia dan Sineas Garin Nugroho, mementaskan dongeng tentang kondisi negeri ini dalam konser musik “Dongeng Pancasila”, di Gedung Indonesia Manggugat Jl. Perintis Kemerdekaan 5 Bandung, Minggu (21/06/09).
Dalam konser musik balada ini, Franky Sahilatua mendendangkan syair-syair lagunya yang sarat dengan tema sosial kemasyarakatan, yang selama ini kerap dimainkan di panggung-panggung musik non-komersil. Pada setiap lagu yang dimainkan Franky, Garin Nugroho mengajak para penonton mendengarkan dongeng demi dongeng sesuai tema lagu tersebut. Baik syair dan dongeng tersebut berisi pesan-pesan kebangsaan yang dibawakan dengan cerdas dan menarik.
Dialog Garin-Franky dengan penonton merupakan ruang apresiasi sebagai respon terhadap kondisi faktual saat ini. Aksi kolaborasi berdurasi sekitar dua jam dipadati sekitar 300 publik Bandung dari berbagai kalangan.
Dari konser ini seolah olah kita memang berada pada hingar-bingar kondisi politik saat ini, dimana kita justru kehilangan civic forum dan cara menyampaikan nilai dasar bangsa, yaitu Pancasila. Ini memang kolaborasi dua tokoh seniman dan budayawan dalam menyikapi persoalan negeri lewat seni musik.
Lewat dongeng ini kita menemukan komunikasi nilai-nilai kebangsaan lewat kisah sederhana dan hidup dalam masyarakat. Dari masalah kepemimpinan, bencana, ekonomi rakyat hingga religiusitas.
Diakui atau tidak, salah satu tantangan terbesar pasca reformasi adalah menumbuhkan alternatif cara-cara komunikasi penidikan warga negara. Terlebih, pemilu sebagai pesta demokrasi justru tidak mampu menumbuhkan nilai dan ruang civic forum. Maka, Dongeng Pancasila sebagai salah satu seri Dongeng Bangsa adalah cara menumbuhkan nilai dan ruang civic forum, justru ketika masyarakat politik terkikis oleh politik uang, citra, konsumerisme dan kekuasaan itu sendiri. Sebuah masyarakat yang tak cukup respek pada nilai dasar seperti Pancasila karena hanya dianggap dongeng.

indexRindu Kencan Presiden
Lewat dongeng ini pula, nilai kebangsaan dikomunikasikan berdasarkan perjalanan ke dua sosok ini. Sebuah dongeng gabungan antara visi, pengalaman, emosi, empati dan cara berpihak terhadap masalah-masalah masyarakat. Pancasila lewat dongeng dikisahkan sederhana melalui kisah Soekarno, apel malang, Marcopollo dll.
Konser yang berlangsung selama dua jam ini, intinya berpesan agar rakyat tidak lagi tertipu oleh para pemimpin dan calon presiden yang kini sedang berlomba mencari simpatik rakyat. “Rakyat harus cerdas, jangan pilih presiden lama. Mereka semua memang muka-muka lama,” ujar Garin. Kinerja KPU tak luput dari sentilan kedua seniman ini, menurut Franky dalam syairnya, KPU tak ubahnya seperti sebuah perpanjangan tangan dari dosa penguasa.
Di tengah-tengah lagu yang dinyanyikan Franky, sebuah syair puisi dibacakan oleh Garin, intinya sangat rindu bertemu presiden tiap malam minggu, dan tiap hari bagi Garin harus sebagai malam minggu. Kerinduan pada presiden seperti kerinduan rakyat Indonesia pada situasi nyaman, ekonomi terjamin, keamanan yang indah serta tak ada dialog kebohongan seperti pada debat Capres di televisi.
Selain di Bandung, keduanya melakukan konser keliling di 10 kota secara gratis, yaitu di Ende (NTT), Solo (Jawa Tengah), Semarang (Jawa Tengah), Malang (Jawa Timur), Surabaya (Jawa Timur), DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Bandung (Jawa Barat), Makassar (Sulawesi Selatan) dan Medan (Sumatera Utara).

 

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: