//
you're reading...
BUDAYA

MENGENANG RENDRA 2009

mengeang rendraBandung Mengenang Rendra

Matdon – Sinar Harapan 3 Nopember  2009

Diakui atau tidak, bangsa Indonesia telah kehilangan seorang tokoh yang meninggal pada 6 Agustus 2009 lalu, ialah Wahyu Sulaeman Rendra terlahir sebagai Willibrordus Surendra Broto Rendra, dan kita mengenalnya sebagai WS.Rendra.

Sejumlah seniman di Bandung merasa bertangung jawab untuk menjaga warisan pemikiran pujangga, budayawan, dan filsuf bangsanya ini. Mereka menggelar apresiasi generasi muda yang bertajuk  “Kemarin dan Esok adalah Hari Ini” , untuk mengenang Rendra: Karya dan pemikirannya.

Acara ini berlangsung tanggal 28 Oktober s.d 15 November 2009 di berbagai tempat di kota Bandung. Rangkaian kegiatan ini merupakan niatan awal ke arah upaya menggali pemikiran, mengapresiasi, serta menjadikan karya Budayawan Tanah Air sebagai inspirasi di dalam berbangsa dan bernegara yang dilandasi gairah cinta-kasih, sekaligus menempatkan kebajikan karya sebagai keteladanan sikap yang diharapkantertanam di dalam kesadaran alam batin generasi masa depan.

Menurut Ketua penyelenggara Heri Dym, negara dan bangsa kita beruntung memiliki WS Rendra. Magnet ketokohannya, yang unik menyebabkan sulit dicari padanannya. Ia menjalankan misi hidup melalui sastra yang menjadi bakat alaminya. Bersama sastra Rendra menjelma sebagai “The voice of Genuine Local Wisdom” bangsa ini, suara kebijakan sekaligus refleksi kecintaan pada rakyatnya. “Ia seorang Guru Bangsa, selama rentang 55 tahun narasinya, ia hidup di tengah-tengah bangsa. Ini merupakan bukti istimewa, bahwa ia hadir dan berperan luas di dalam cakrawala budaya, hadir sebagai saksi kehidupan, dan memberi tanda-tanda zaman,” katanya.

Dikatakan Heri Dym, gagasan ini muncul muncul begitu saja secara intuitif lewat obrolan yang sama sekali jauh dari formal. Yang melatari obrolan itu adalah juga sejumlah kegelisahan, harapan, kerinduan, dan juga pertanyaan. Ada pula sejumlah peristiwa yang pernah terjadi, rangkaian perjalanan orang per orang yang terlibat pembicaraan, hingga serangkaian obrolan-obrolan lain yang terjadi jauh hari sebelumnya, tapi semua itu seperti gumpalan gumpalan awan yang telah lama ada dan mendiami masing-masing pikiran.

“Pada saat itu muncul ide Hari Kebudayaan Nusantara, Kian hari persiapan Bandung Mengenang Rendra berjalan, sementara topik Hari Kebudayaan Nasional pun senantiasa muncul jadi pembicaraan.” Tambahnya.

 

Dari Seni Rupa Hingga Teater

Sejumlah acara pun digelar diantaranya, seminar “Hukum Adat dalam Persfektif Kebangsaan”, Pameran seni rupa  “Nyanyian Angsa” – Karya: Hanafi, Pemutaran Film “Kantata Takwa” Karya: Erros Djarot, dan Deklarasi hari Kebudayaan Nasional pada Sabtu, 7 November 2009.

Selain itu, ada juga Konser Musik  “Kantata untuk Rendra”. Menampilkan karya musik yang berdasarkan lirik-lirik ciptaan Rendra. Akan dihadirkan pula para musisi yang pernah mengaransemen puisi, atau lagu-lagu yang berdasar kepada puisi-puisi

Rendra. Musisi yang akan tampil: Sawung Jabo, Toto Tewel, Mukti-Mukti, Harry Pochang, Kelompok Topeng, Rumah Musik Harry Roesli, Trie Utami, Oppie Andaresta, Tiwi Sakuhachi, Ary Juliyant, Ferry Curtis, Senin, 9 November 2009 – Pkl. 19.00 WIB. – selesai di Bumi Sangkuriang – Jl. Kiputih – Ciumbeuluit Bandung

Puncak acara dari Bandung Mengenang Rendra adalah pementasan Teater “Kisah Perjuangan Suku Naga”, Salah satu drama masterpiece Rendra, menceritakan keteguhan tradisi dan adat Suku Naga yang menghormati, menjaga dan hidup dari kelestarian alam (local wisdom), tapi harus dihadapkan kepada ambisi penguasa pemuja profit dan mendewakan modernitas yang salah kaprah (global delusion).

Pementasan ini diutradarai Yusef Muldiyana, Asisten Sutradara: Gusjur Mahesa, Penata Artistik: Herry Dim, Musik: Dody S. Ekagustdiman Gerak: Ine Arini, Ayo Sunaryo, Oos Koswara, Cahaya: Joko Kurnaen. Dramaturg; Yoyo C. Durachman.

dan didukung oleh lebih dari 60 aktor/aktris Teater di Bandung dan Jawa Barat. Berlangsung  Rabu – Minggu, 11-15 Nov. 2009 – Pkl. 19.00 WIB. Saung Angklung Udjo – Jl. Padasuka 118 Bandung.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: