//
you're reading...
BUDAYA

LUKISAN PENYANDANG CACAT 2006

MERETAS KREATIVITAS

 Matdon – Sinar Harapan 17 Juni 2006

 index

Telenta serta kemampuan seseorang tidak ditentukan oleh apakah ia memiliki tubuh sempurna atau cacat, cobalah tengok sejumlah lukisan yang tengah dipamerkan di Hotel Papandayan Bandung, 16 – 23 juni 2006,  anda akan sukar membedakan apakah lukisan itu hasil orang “normal’ atau buah karya penyandang cacat ; Bunga yang merekah indah, arsir pensil yang sempurna, paduan warna yang serasi, serta imajinasi ekspersif yang tidak gamang.

Itu semuanya, ternyata hasil karya enam pelukis penyandang cacat tubuh,  yang tergabung AMFPA atau Asosiasi Pelukis Mulut dan Kaki,  masing-masing Faisal Rusdi, Patricia JG. Sareang, Agus Yusuf, Sadikin Fard, Salim Harama, dan Sabar Subadri. Ke-enam pelukis ini ditemani dua pelukis normal yakni Dedi Hendrawan dan Tjutju Widjaya.

“Banyak orang memuji lukisan kami karena kami melukis dengan mulut atau kaki, kami tidak mau disebut bagus lantaran hal itu,  kami tidak butuh pujian seperti itu.  Semua pelukis sama tidak ada perbedaan antara yang normal dan yang cacat”, begitu Patricia memberi kesan soal lukisannya, saat ditemui.

Bagi keenam pelukis penyandang cacat ini, melukis merupakan ekspresi yang lahir dari keinginan untuk eksis sebagai manusia melalui dunia seni rupa, di tengah hiruk pikuk keinginan manusia lainnya dalam mengejar masa depan.  Mungkin banyak  orang menilai mereka tidak mampu, tapi setelah belajar, bergaul, diskusi bersama, maka keyakinan itu kemudian muncul dan akhirnya pula orang tak bisa membedakan mana hasil luksian mereka dengan orang normal..

Dalam pameran bertajuk “Bersatu Dalam Warna”, mereka mengusung berbagai obyek , Faisal Rusdi misalnya, ia sangat menikmati obyek bunga, pemandangan dan keindahan alam, sedangkan Patricia lebih ke Painting Chinese, yang lainnya menggambarkan berbagai aliran yang disebut sebut mereka sebagai aliran pencarian bentuk. Namun yang jelas karya mereka tidak kalah dengan para pelukis yang memliki kesempurnaan tubuh. Keinginan berkarya seperti sebuah dorongan kuat yang memicu mereka untuk membuktikan diri bahwa mereka mampu, “Saya tidak igin berpangku tangan, saya yakin saya punya potensi, itulah tenaga bathin kami,” ujar Faisal Rusdi seraya memperlihatkan bagaimana ia melukis sebuah bunga matahari dengan mulutnya.

Secara formal mereka tidak pernah belajar melukis, kecuali mengikuti Worlk Shop  di Sanggar Lukis Barly, selebihnya adalah dorongan untuk tidak mengamini kekurangan diri. Sungguh sebuah tekad hidup yang manis. Mereka hanya ingin hidup mereka tidak dibandingkan dengan yang lain, kaki boleh lumpuh, tangan boleh jadi tak sempurna, tapi kompulsif jiwa mereka hidup.

Sebenarnya keberadaan mereka di Indonesia tidak sendiri, karena  berada dibawah organisasi AMFPA yang bermarkas di Swiss, sebuah wadah kreativitas penyandang cacat tubuh (Tuna Daksa). Di Indonesia sendiri anggotanya baru delapan orang, dan di Bandung mereka dibimbing oleh Ny. Tjutju Widjaya. Setiap bulan para anggota pelukis mulut dan kaki ini diminta untuk mengiriman karya ke Swiss, karya lukis mereka dinilai disana dan jika terpilih liukisan mereka dipamerkan disana.

Pameran di Bandung kali ini bukanlah pameran yang pertama mereka lakukan di Indonesia, sebelumnya tahun 2001 pernah melakukan pameran di Balaikota Bandung dan mendapat undangan dari berbagai acara untuk demo melukis

Bagi Ny. Tjutju,  bersama mereka tidak merasa membimbing atau menggurui melainkan bersahabat, karena di benaknya mereka adalah bagian yang termahal dalam hidup ini, “ Bersahabat dengan orang cacat, bukanlah seperti yang dipikirkan orang menolong orang cacat, bagi saya mereka adalah sebuah semangat,” ujar Tjutju menegaskan.

Selama pameran berlangsung, keenam pelukis mulut dan kaki ini juga secara bergantian memamerkan cara melukis, lagi-lagi sebagai pembuktian bahwa mereka bisa berkarya dengan baik. Kreativitas sedang dan sudah mereka rintis, kekurangan tak lagi menjadi penghalang. Tinggal kita menikmati lukisan mereka dan bekata “Lukisan yang luar biasa!!!”.

Diskusi

One thought on “LUKISAN PENYANDANG CACAT 2006

  1. tolong share kontak lengkap AMFPA Indonesia, urgent ya

    Posted by juvensius yudi ramdoyo | 06/11/2014, 07:53

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: