//
you're reading...
BUDAYA

MUSIK POP SUNDA MASIH ADA

 

Matdon – Sinar Harapan Sabtu, 28 Desember 2014

 

Iyar Wiyarsih (82 taun), tubuhnya sudah renta, dipapah dua orang naik ke panggung, perlahan. Lalu duduk di kursi. Tak lama kemudian ia menyanyikan lagu  “Mojang Priangan”, lagu pop sunda yang sudah ada di era tahun 1960-70-an.

Ya, dialah sinden beken yang pada masa mudanya dipuja puja, ternyata di usia yang sudah senja suaranya masih melengking memenuhi aula pertunjukan di kampus Unpad Bandung, selasa (24/12) dalam acara bertajuk “Pop Sunda Ti Mangsa ka Mangsa” artinya, Pop Sunda dari zaman ke zaman. Iyas Wiyarsih berhasil membawa suasana kea lam masa lalu. Setelah itu ia meneruskan dengan lagu Dikantun Tugas. Meski napasnya tak semulus ketika ia masih muda, tapi suaranya dasyat.

Sore itu, digelar berbagai lagu popular sunda sejak tahun 60-an hingga masa kini. Tidak hanya lagu Mojang Priangan yang terkenal secara nasional, tapi juga lagu lainnya antara lain Panon Hideung, Tongtolang Nangka, Tilil Dog Celentong. Uniknya pada masa kejayaan musik pop sunda banyak dinyanyikan oleh penyanyi yang bukan orang sunda.

Sebut saja lagu Cai Kopi dan Teunteuingeun, lagu itu dipopulerkan oleh Lilis Surjani, bahkan lagu Euis yang sangat terkenal itu ternyata dinyanyikan pertama kali oleh Bing Slamet dan Rita Zahara yang nota bene orang Betawi. Benymani S juga pernah menyanyikan lagu Badminton. Lagu Ka Huma juga dipopulerkan bukan oleh urang sunda tapi oleh Ivo Nilakresna, dan Peuyeum Bandung dinyanyikan oleh Elly Kasim yang orang Padang.

Tapi sebagian besar lagu-lagu itu diciptakan oleh asli urang sunda diantaranya Kosaman Jaya, Mang Koko, Sambas, Iyar Wiyarsih, Djuhari, Kang Nano, Darso, dan Benny Corda dan lain lain.

Rektor Unpad Ganjar Kurnia mengartikan lagu pop Sunda sebagai musik yang digarap dengan instrumen modern bernada pentatonis dengan lirik berbahasa Sunda. Baik komposisi nada dan liriknya bersifat popular atau mudah dicerna telinga.

Lagu pop Sunda mulai muncul pada 1960-an dengan lagu Panon Hideung, Lirik lagu tersebut ditulis oleh Ismail Marzuki yang nadanya berasal dari lagu rakyat Ukraina. Setelah itu lagu-lagu pop Sunda mulai dikenal lewat siaran RRI, seperti Tong Tolang Nangka, Mojang Priangan, Euis, Bajing Luncat, dan Es Lilin.dll.

Pada era 1970-1980-an, lagu pop Sunda ikut dikembangkan Bimbo, Nining Meida, Darso, hingga generasi Doel Soembang dan Nita Tila. Tak hanya bercorak lagu pop, kelompok lain ada juga yang membawakannya dengan musik rock dan lagu rakyat.

Untitled

Masih Ada

Menyimak perkembangan lagu/musik pop Sunda, terasa ada kesinambungan yang terus “hidup” hingga saat ini. Hingga lahir generasi pop sunda yang dinamis seperti Nining Meida, Yayan Jatnika dan Rika Rafika. Dan di genre muisk pop sunda juga melahirkan Darso, seorang penyanyi yang sangat fenomenal.

 Sejak tahun 60-70-an ketika lagu-lagu sunda yang dinyanyikan Mus DS “Bulan Dagoan”, Rudi Rusadi “Borondong Garing”, Etty Barjah “Bajing Luncat”, Tati Saleh “Hariring Kuring”, Euis Komariah “Cikapudung”, Nenny Triana “Kutud”, Lilis Suryani “Cai Kopi”, “Cing Tulungan”, Tuty Subardjo “Anteurkeun”, juga lagu-lagu legendaris “Sorban Palid”, “Es Lilin”, “Mojang Priangan”, “Bubuy Bulan”, “Manuk Dadali”, dan “Badminton”.

Pesinden Nining Meida turut memeriahkan acara sore itu, ia membawakan lagu yang popular di tahun  80-90-an ada lagu “Kalangkang” ciptaan Nano S. Lagu ini mampu mencapai omzet fantastis, lebih dari satu juta keeping, termasuk lagu Potret Manehna. Pada masa 80-90 an ini adalah masa kejayaan musik pop sunda di tanah air, ditambah oleh kehadiran Doel Sumbang, Hetty Koes Endang, Endang S Taurina dll. yang sebelumnya sudah dikenal sebagai penyanyi pop Indonesia.

Tahun 2000 sampai sekarang masih lahir generasi pop sunda diantaranya Yayan Jatnika, Rika Rafika. Dan mereka sangat setia dengan pop sunda.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: