//
you're reading...
BUDAYA

KPD KELUARGA UJE

KPD. YTH. KELUARGA UJE

Matdon – Koran Sindo Kamis 10 Oktober 2013

 

Kpd. Yth. Keluarga Besar Ustadz Jefri Al Buchori alias Uje…

Uje adalah sosok ustadz gaul yang soleh, ilmu dan amalannya pasti  bermanfaat bagi ummat manusia. Betapa beliau sudah banyak berbuat bagi agama dan negara  ini. Menanamkan keyakinan beragama yang kuat bagi generasi muda. Dan saya yakin beliau berhak mendapat balasan yang setimpal dari Allah swt.

Sepak terjang Uje dalam blantika dakwah di tanah air tidak diragukan lagi, Demi Allah!, beliau merupakan suri tauladan anak muda, mampu menyampaikan ayat-ayat Allah sesuai dengan makna dan kenyataan yang ada, sehingga banyak orang yang senang dengan gaya berdakwah beliau.

Kini beliau suda wafat, jasadnya telah dikubur sebagaimana mestinya. Hak-hak Uje sudah dilaksanakan mulai dari memandikan, mengkafani, mensholatkan dan menguburkannya Dan banyak orang yang melayatnya, mendoakannya, memujanya, mentahlilkanya, sampai mensinetronkannya bahkan sampai memfilmkannya. Sungguh sebuah penghormatan yang tidak pernah diraih oleh Rasulullah SAW.

Di Indonesia jarang Ulama besar diberi penghormatan hingga demikian, sebut saja Gus Dur, Hamka, K.H. Hasyim Asy’ari, KH.Ahmad Dahlan, KH. Ilyas Ruhiat, dan lain-lain. Kalaupun kehidupan mereka ada yang dibuat film, itupun  ketika mereka sudah lama wafat, itupun berdasarkan kajian yang mendalam, itupun dengan mempertimbangkan bahwa perjuangan mereka sungguh patut ditauladani. Dan yang terpenting ialah keluarga mereka baru mengijinkannya setelah (sekali lagi) mereka sudah lama wafat.

 

Kpd. Yth keluarga Uje..

Surat ini bukan hendak “mengharamkan” apa yang sudah dilakukan oleh keluarga Uje, tapi sungguh televisi dengan infotainmennya itu telah menyeret kekuarga Uje pada apa yang disebut berlebihan. Membiarkan infotainment menbidik keluarga dengan cara-cara diluar batas kewajaran. Ini tangggungjawab keluarga jika kemudian Uje didewa-dewakan. Sebab saya yakin Uje sudah tidak lagi berhubungan dengan mereka yang hidup, sesuai dengan keterangan Hadits riwayat  Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad:


“Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat sesudahnya atau anak yang shalih yang mendo’akannya”.

 

Tiap-tiap yang meninggal dunia, maka ia telah selesai berurusan dengan yang hidup dan putus amal- nya, karena ia tidak diwajibkan lagi untuk beramal. Tetapi bukan berarti putus pengambilan manfaat dari amalan orang yang masih hidup untuk si mayit itu. Orang yang sudah meninggal dunia tidak dapat menerima syafa’at, hadiah bantuan do’a dan sebagainya dari orang lain selain dari anaknya yang sholeh.

Jadi alangkah indahnya jika keluarga Uje terus berdo’a untuk Uje tanpa sorotam kamera, sebab kamera-kamera itu tidak akan menolong Uje di alam kubur, yang akan menolong Uje adalah Do’a tanpa kamera.

Uje sudah banyak beramal, jika keluarga menghadiahkannya doa, maka pasti sampai pahala orang yang mengamalkan itu kepadanya. Jadi yang sampai itu adalah pahala orang yang mengamalkan bukan pahala amal si mayit itu. Jika keluarga sibuk untuk urusan film, sinteron dan berita infotainment, saya takur keluarga lupa berdo’a atau apakah sinteron dan film juga do’a?

Banyak hadits dari Nabi saw mengenai sampainya pahala amalan atau manfaat do’a untuk orang yang sudah meninggal dunia  terlalu sayang kalau diremehkan, saya yakin  keluarga Uje faham bahwaa Rahmat dan Karunia Ilahi tidak ada batasnya.

Jadi, Amalam bagi mayit adalah berdoa, bukan membiarkan pihak keluarga sibuk membuat film dan sinetron, sayangilah Uje sebagaimana ia masih hidup, jangan menyayangi dengan perbuatan yang akan sia-sia. Film dan sinteron tidak akan mengurangi amal ukhrowi Uje yakinlah itu.

Amalan-amalan yang bisa bermanfaat bagi orang yang meninggal dunia adalah do’a kaum muslimin bagi almarhum, melunasi utang-piutang almarhum, lalu amalan berikutnya adalah menunaikan qodho’ puasa si mayit, amalan lainnya ialah menunaikan qodho’ nadzar baik berupa puasa atau amalan lainnya, amalan sholih atau ilmu yang bermanfaat dan sedekah jariyah yang ditinggalkan almarhum. Dan banyak lagi amalan-amalan lainnya.

uje

Kpd. Yth, Keluarga Uje

Menjaga martabat Uje sungguh mulia, dengan membiarkan Uje diziarahi dan dido’akan oleh banyak manusia, tanpa harus mengundang media agar do’a itu sampai, karena doa akan sampai sepanjang ikhlas.

Saya yakin keluarga Uje tidak punya niat sombong untuk itu semua, tapi kadang niat baik tak selamanya berujung pada kebaikan, niat baik juga harus diukur dengan iman, ikhlas dan ihsan. Tanyakanlah pada diri sendiri apakah tidak ada kebanggan yang berlebih dalam hati ketika Uje difilmkan atau disinetronkan?, jika tidak ada kebanggaan yang berlebih maka lanjutkanlah, tetapi jika ada bangga yang berlebih walaupun sebiji sawi, maka berhentilah melakukan itu semua, sebab itu adalah sombong.

Jangan biarkan Uje jadi bahan komoditi industri, Nabi Muhammad juga tidak mau kehidupannya difilmkan, padahal bagi Nabi semuanya serba memungkinkan. Tapi Nabi Muhammad tidak melakukan itu.

Selain ummat, yang mampu menjaga martabat Uje adalah keluarga, ikhlaskanlah yang sudah meniggal dunia, karena membuat film atau sinteron terkesan keluarga tidak ikhlas ditinggalkan. Lebay

Kini kalian bertengkar soal makam dan ditonton jutaan ummat manusia, ini akan menambah kepedihan. Sepertinya keluarga Uje baik (mantan) istri, mertua dan kakak Uje butuh hiburan, dan hiburan yang paling indah ialah dzikir, insyaf serta istigfar.

Kpd. Yth. Keluarga besar Uje…

Demikian surat ini saya sampaikan, karena saya mencintai keluhuran dan martabat orang yang berilmu.

Wallahu A’lam…

 

 

Diskusi

One thought on “KPD KELUARGA UJE

  1. Al fatihah 3x

    Posted by Muhammad Nurjati Asy-Syathori An-Naqsabandi | 06/12/2015, 02:26

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: