//
you're reading...
Tak Berkategori

KANG NANO S 2010

KANG NANO “KALANGKANG” WAFAT

Matdon-Sinar Harapan September 2010

 

Setelah tokoh sunda yang menasional Kang Ibing meninggal dunia beberapa waktu lalu, duka kembali menyelimuti dunia seni budaya di tanah air. Kang Nano S, si pencipta lagu “Kalangkang” meninggal dunia di RS Immanuel Jl.Kopo Bandung Rabu malam kemarin (29/09/2010), sekitar pukul 23.40 WIB.

Kang Nano, pemilik nama asli Nano Suratno meninggal setelah menjalani perawatan medis  sepekan lalu karena pecah pembuluh darah otak kanan. “Setelah dirawat, kondisinya makin parah dan kami harus mengiklaskannya pergi” ujar Riskonda, adik kandung Kang Nano kepada wartawan.

Berdasarkan informasi dari kelarganya, Kang Nano terjatuh ketika sedang mengerjakan naskah tulisan, tiba tiba terjatuh dari kursi. Pihak keluarga langsung melarikannya ke RS. Immanuel Bandung dan dirawat beberapa hari. Sampai akhirnya nyawanya tak tertolomg lagi.

Siapa yang tek kenal Kang Nano, semua kalangan seniman/artis dan dunia musik di tanah air pasti mengenalnya, paling tidak pernah mendengar karya-karyanya menggema di seantero tanah air bahkan di luar negeri.

Popularitas Kang Nano di jagad musik booming di tahun 80-90 an lewat lagu Kalangkang (Bayangan 1989) yang dilantunkan Nining Meida AS begitu dan sangat luar biasa, lalu Cinta Ketok Magic (1992) dibawakan Itje Tresnawati meledak di pasaran sehingga mendapat HDX Award tingkat Nasional. Lagu-lagu kang Nano memang berjenis karawitan, namun dengan cepat memperoleh penggemar di seluruh Indonesia.

Kang Nano lahir di Garut 4 April 1944, sejak kecil minatnya pada musik karawitan sudah terlihat, sehingga setamat Nano remaja melanjutkan ke Konservatori Karawitan (Kokar) di Bandung (1961) yang ketika itu dipimpin Daeng Sutigna (tokoh/pencipta musik angklung). Dan melanjutkan kuliah ke Akademi Seni Tari (ASTI) Bandung dan STSI Jurusan Karawitan Sunda sampai selesai.

Kang Nano lalu berguru dan begabung dengan kelompok Ganda Mekar pimpinan Mang Koko (1964), setelah itu mendirikan kelompok nama Gentra Madya (1972). Pengaruh Mang Koko membuat Kang Nano banyak menciptakan lagu karawitan Sunda, tapi ia memiliki ciri sendiri. Lagu-lagunya banyak mengkritik berbagai ketidakberesan dalam masyarakat, juga mengkritik diri diri sendiri.

Beliau pernah mendapat beasiswa fellowship dari The Japan Foundation selama setahun di Tokyo Gedai (Universitas Kesenian Tokyo), untuk mempelajari perbandingan tangga nada Sunda dan Jepang, terutama antara alam musik Kecapi dan Koto. Disana beliau malah belajar meniup Sakuhachi dan memetik Shamisen, yang kemudian membuat kolaborasi alat-alat itu pada ciptaannya dan membuat beberapa lagu karawitan Sunda yang berbahasa Jepang, diantaranya Katakana Hiragana Uta, Ueno Koen dan D’enshano Uta (1981-1982). Pernah di undang oleh departemen musik Universitas Santa Cruz untuk mengajar dan membuat pergelaran dalam Spring Performance (1990).

Setelah itu Kang Nano keliling dunia menggelar pertunjukan di Hongkong, Philipina, Belanda, Australia, Amerika Serikat, dll. Pada bulan Oktober 1999, di Jepang, ia memainkan lagu ciptaannya yang berjudul Hiroshima”yang dibuat khusus untuk memenuhi permintaan Walikota Hiroshima.

Selain menulis lagu-lagu pop sunda, Kang Nano juga seorang penyair/cerpenis, ia penulis sajak dan cerita pendek berbahasa Sunda. Karyanya antara lain Nu Baralik Manggung (Yang Pulang Sehabis Pertunjukan). Ia juga menyusun Buku Kawih untuk bahan pelajaran di Sekolah Menengah dengan judul Haleuang Tandang (1976).

Kini Sang Maestro itu telah pergi, kang Nano meninggalkan seorang istri, Dheniarsah dan tiga orang anak, Rena Dewi Munharan, Redhiana Langen Tresna, dan Roby Latina Rasa. Kang Nano juga meninggalkan nama baik yang harum, menimggalkan karya-karya monumentalnya. Selamat jalan kang, pileuleuyan!

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: