//
you're reading...
BUDAYA

HIP HOP 2006

Hip Hop Accrocap

SEGAR DAN MENGHIBUR

Matdon – Sinar Harapan Juni 2006

 

Sebanyak lima penari Hip Hop asal Prancis dating ke kota Bandung untuk menghibur public Hip Hop denga gerakan gerakan memukai, menghibur dan segar. Bermain di Arena tertutup Taman Budaya Jabar Jl. Dago Bandung selama satu jam, Minggu (24/6).

Mereka merupakan penari dari Compagnie Accrocap Prancis, dan memilih kota Bandung sebagai kota pertama  dalam rangka keliling  Asia 2009, setelah ini mereka mengunjungi Balikpapan, Surabaya dan Jakarta. Kemudian keliling Vietnam, Hongkong, Philipina dan Thailand.

“Saya senang berada di Bandung, penontonnya begitu antusias”, ujar koreografer Kader Attou sesaat setalah pertunjukan Menurutnya kota Bandung memiliki penari dan music Hip Hop yang cukup banyak, kumunitas penggemar Hip Hop di kota Bandung lebih fanatic ketimbang kota lain.

Dalam pertunjukan kemarin, Accrocap berkisah tentang  banyak kisah. Seperti kisah persahabatan, pertengkaran, pertemuan dan kisah jenaka lainnya yang mampu menggedor emosi penonton untuk senyum bahkan  terbahak-bahak. Accrocap sendiri enggan disebut sebagai tarian pinggiran kota, namun lebih pada keinginan untuk dialog antara tarian tradisi dan kontemporer.

Accrocap sendiri berdiri tahun 989 di Saint-Priest, bermula dari sebuah grup Break Dance lama kelamaan mengenal gerakan Hip Hop. Maka dengan memadukan unsure akorbat dan tari jalanan, mereka menciptakan koreografi orsinil, dan profesionalisme mereka baru terjdi pada tahun 1993 ketika bergabung dengan Giles Rondot, seniman seni rupa ternama di Prancis.

Accrorap adalah simbol dari sebuah kemunculan istimewa, yang tercermin dari gerakan kompak serta bakat yang mengagumkan. Di antara para pendiri kelompok Accrorap, seperti Eric Mezino dan Mourad Merzouki, dan Kader Attou adalah kareografer yang lahir dari proses pemolesan penuh kesabaran.

Awalnya, kelompok ini hanya menggelar pementasan tari di sekitar kawasan La Rochelle, Prancis. Namun perlahan-lahan kiprahnya sudah mulai mendunia dan mampu menyabet penghargaan “Prix Mimos”.

Beberapa karya tari yang pernah ditampilkan Accrocap, di antaranya Les Corps Etrangers (2006), Ici et Ailleurs (11 JUNI 2005), Anokha  (tarian dewa-dewa dan manusia-2000), Pourquoi Pas Fou (2002), Douar (1999), dan masih banyak lagi.

Hip Hop merupakan salah satu trend musik remaja yang dipadukan dengan gaya hidup, ia merupakan satu aliran musik yang didominasi oleh rap dan beat yang berasal dari bunyi drum. Tetapi secara umum, istilah hip hop mengacu pada satu budaya yang memiliki empat elemen, yaitu: graffiti art (seni tulisan atau gambar), breakdancing atau yang biasa dikenal dengan tari kejang atau patah-patah, DJ (disc jockey) yang memiliki tugas untuk memutar atau menciptakan musik dengan piringan hitam yang disebut turntable, dan emceeing (rap) yang berarti berbicara sesuai dengan ketukan yang berasal dari music.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: