//
you're reading...
BUDAYA

MONOLOG PEREMPUAN 2009

Temu Monolog Perempuan 2009

Menelisik Wanita, Mengenal Perempuan

Matdon –  Sinar Harapan Oktober 2009

 

Sebanyak tujuh aktor teater perwakilan daerah di Jawa Barat dan Banten, menampilkan parade monolog selama dua hari (Jumat-Sabtu,22-23 Oktober 2009), di kampus STSI Bandung. Semuanya perempuan, dan tentu saja semua berkisah tentang perempuan. Mereka bertemu dalam acara  “Temu Monolog Perempuan 2009”.

 

Acara ini digelar oleh Bandoeng Mooi. Selama dua hari berturut-turut, para aktor monolog benar benar menonjolkan karakteristik daerahnya masing-masing, baik bentuk garapan ataupun dialek daerah dimana mereka tinggal sehingga tercemin mewakili rasa kelokalan yang dimilikinya.

 

Mereka adalah, Ayu Sintha dari Studio Teater 50 – Indaramayu yang memainkan naskah “Tarling Jumiatin” karya  Ucha M. Sarna, Andinda Magnolia ( ISI Jogjakarta) dalam kisah “Balada Sumarah”, Riska Fauziah (Tim KNL – Bogor) membawakan “Kisah Cinta Neng Kokom”  karrya : Tim Penulis KNL, Ruth Marini (Teater Satu – Lampung) mengambil naskah monolog berjudul “Wanci” karya  Imas Sobariah,S.Sn

 

Yang lainnya adalah Dennie Lestari (Posstheatron – Garut) dengan judul “Perempuan Yang Membunuh Suaminya” karya :Dorothea. Febby R. Sutandi (Laskar Panggung – Bandung), akting dalam Judul monolog: Mataya karya : Ria Mifelsa, Anten Kinasih (Domanagement Teater – Tasikmalaya) bermain dalam “Kerudung Darah” karya : Lintang Ismaya dan Rasmi binti Makad (Teater Studio Indonesia – Banten) memanikan naskah karya Nandang Aradea berjudul The Making of Earthenware.

 

Menurut Ketua Bandoeng Mooi Hermana HMT,  Gerakan perempuan kini menggelinding ke arah penyamaan hak dan keterlibatannya dalam panggung politik. Perempuan bukan lagi kelompok manusia kelas ke dua. Meski secara nyata perlakuan-perlakuan yang merendahkan perempuan, masih berlaku dimana-mana. Isu perempuan bukan lagi isu sektoral yang eklusif dan mementingkan kelompoknya saja, tapi isu ini bagian penting dari pengakuan Hak Azasi Manusia.


monolog

Perempuan Dalam Teater

 

Dalam seni teater perempuan merupakan bagian yang sangat penting dan senantiasa dibicarakan baik sebagai subjek (pelaku seni) ataupun objek (sumber gagasan dalam bentuk pertunjukan dan diskusi). “Penting bagi kita menggali kembali kesadaran akan hak-hak dasar perempuan yang dalam hal ini akan kami wujudkan lewat bentuk kreatifitas, yakni berupa kemasan pertunjukan teater,”, ujar Hemana, usai pertunjukan Kamis malam kemarin (22/10).

 

Pertunjukan yang dimuali pukul 14.00 hingga 22.00 WIB ini, diharapkan perempuan mempunyai andil yang lebih besar; sebagai sutradara, sebagai pemain (actor), dan sebagai pembicara (Pemateri utama dalam diskusi), serta mampu membangun kelompok masyarakat kususnya masyarakat seni peduli akan hak-hak perempuan terutama terhadap kekerasan di dalam rumah tangga atau kekerasan terhadap perempuan dalam wujud lainnya seperti pelecehan seksual, dan penjualan perempuan.

 

Melalui Temu Monolog Perempuan ini, merupakan ajang kreasi dan memberi ruang pada kaum perempuan, dalam menyalurkan bakat teaternya. Lewat pertunjukan ini sedikitnya teater turut memberi andil dalam proses penyadaran akan hak-hak dasar perempuan, dan memberi perlindungan, melakukan pembelaan atau mencegah terhadap tindakan kekerasan, pelanggaran hak dasar perempuan terutama masalah kekerasan remah tangga dan penjualan terhadap perempuan.


“Sasaran kami memang lebih menitikberatkan pada remaja, masyarakat umum dan organisasi perempuan, khususnya yang ada wilayah Bandung dan sekitarnya,” tambah Hermana seraya menambahkan,.teater bisa mempresentasikan problem perempuan yang menimpa daerahnya masing-masing pula.

 

Sisi terpenting lainnya, bagi pelaku teater dan apresiator adalah tumbuhnya kesadaran akan hak-hak dasar manusia,dalam meredam tindakan-tindakan yang tidak sesuai hak asasi manusia. Tidak mudah memang, karena harus berkesinambungan dari waktu ke waktu dan butuh proses panjang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: