//
you're reading...
BUDAYA

LUKISAN KACA

 

Dua Maesto Pelukis Kaca Cirebon

MENYUSURI MASA DEPAN

 Matdon – Sinar Harapan Agustus 2006

Lukisan Kaca Kereta-www.gegesik1.co.cc2 

Yang masih bertahan dari ksenian tradisional Cirebon selain Sintren dan Tarling, nampaknya hanya lukisan kaca, meskipun harus diakui pula para seniman lukisan kaca Cirebon sama saja dengan seniman Cirebon lainnya, megap-megap dan memprihatinkan.

Seni tradisi melukis dengan media kaca sebenarnya sudah berkembang beberapa abad yang lalu, dan mengalami perkembangan pasang surut, dimana kemudian para senimannya menemukan beberapa gaya gambar kaca yang khas. Konon lukisan kaca ini berasal dari China yang dibawa oleh para pedagang ke wilayah Cirebon, namun secara pasti tidak ada yang mengeathui sejarahnya.

Di Keraton dan bebeapa rumah penduduk Cirebon ditemukan gambar kaca yang diduga dibuat awal abad 19. Menurut Haryadi Suadi, seorang pengamat lukisan kaca Cirebon, tema dan gaya lukisan kaca Cirebon dipengaruhi budaya China, Islam  dan cerita wayang. Pengaruh China sangat kuat lantaran sejak abad 16 Kota Udang ini telah disinggahi para pedagang dari China yang tanpa sengaja telah memperkenalkan ragam seni kepada penduduk pribumi, sehingga timbul gagasan di kalangan perupa tradisional untuk membuat gambar diatas kaca dan menirunya.

Pengaruh Islam yang disebarkan oleh para wali juga menjadi ciri dari lukisan kaca Cirebon, Bahkan setelah pengaruh China, gambar-gambar yang dihasilkan seniman tradisional selalu berhubungan dengan Islam seperti gambar ka’bah,  mesjid dan kaligrafi berisi ayat-ayat Alquran atau Hadits. Adapun pengaruh cerita wayang, berasal dari petunjukan wayang yang dipregakan para wali untuk menyebarkan Agama Islam, Kuatnya kepercayaan tokoh wayang yang baik, membuat para pengrajin lukisan kaca selalu menampilkan tokoh seperti Kresna, Arjuna, Rama, Lesmana dan lain-lain.

         

Menuju Masa Depan

 

Seni gambar kaca  mengalami pasang surut,  zaman keemasan sejak abad 19 samapai awal abada 20 atau hingga tahun 19450-an, menurut Haryadi pernah dialami mereka. Ini bisa dibuktikan pada masa itu hampir semua rumah di Cirebon terdapat gambar kaca, bukan hanya untuk hiasan melainkan berfungsi dan diyakini sebagai penolak bala. Dan sejak tahun 1960-an nasib merekapun mulai merana. Namun awal tahun 1980-an, kembali lukisan kaca menggeliat dan mengalami perkembanag yang bagus, terhitung sejumlah seniman kaca mulai menyadari bahwa seni tradisional ini perlu dikembangkan dan dilestarikan.

Dua diantara maesto pelukis kaca Cirebon  adalah Rastika dan Sugro, yang saat ini tengah melakukan pameran berdua di Galerii Adira Jl.Kiaracondong 33 c Bandung sejak  3 Agustus hingga akhir bulan.       Pameran  ini mengundang perhatian sejumlah pengamat dan perupa di Bandung,        

Pameran ini  tidak lepas dari jasa Haryadi yang kesengrem dengan lukisan kaca. Pengamat dari FSRD ITB ini pernah menyuguhkannya lukisan kaca ini di Bentara budaya Jakarta tahun 1989.

Di Bandung sendiri sejumlah pengamat berdecak kagum melihat kepiawaian dua maestro ini. Betepa tidak, konon karena dua nastro ini gambar kaca Cirebon kembali naik ke panggung seni yang agung, popularitasnya mulai diperhitungkan kembali. Saat ini terdapat nama-nama seniman gambar kaca Cirebon antara lain Bahendi, Astika, Eryudi, Dedi Sukandi, Kasman, Raffan Hasyim, Sartono Ciptanto, Salim Hasyim, Toto Sunu, Masaji, Lipi dan lain-lain.

Mengamati seni lukis kaca cirebon atau gambar kaca ini, kita bisa melihat keindahan yang dasyat, apalagi jika ditanyakan kesulitan-kesulitan cara membuatnya. Tentu dibutuhkan latihan yang serius dan telaten agar menghasilkan gambara  rapih, indah dan bermakna.

Melalui pameran dua mastero ini diharapkan seni lukis kaca Cirebon dapat lebih berkembanag dan diperhatikan sebagai sebuah warisan budaya leluhur, lepas dari persoalan pengaruh China dan Islam.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: