//
you're reading...
Tak Berkategori

SYAHWAT POLITIK

PILGUB JABAR DAN

SYAHWAT POLITIK SELEBRITIS

 Oleh : Matdon

PIKIRAN RAKYAT JUMAT 2 NOPEMBER 2012

 

index

Sejumlah selebritis pernah, sedang dan akan menghiasi lembar politik  negeri ini, diantara mereka ada yang berhasil mencapai makom kepemimpinan, ada yang gagal, ada yang cuma coba-coba, ada juga yang latah doang, dan ada juga yang hanya pengen ngetop di dunia luar keartisan mereka.

Diantara selebritis yang berhasil menduduki pucak klasemen demokrasi ialah Dede Yusuf (Wakil Gubernur Jawa Barat), Rano Karno (Wakil Gubernur Banten), Dicky Chandra (pernah jadi Wakil Bupati Garut).  Di cabang politik lainnya ada yang duduk menjadi anggota dewan seperti Nurul Arifin, Komar, Rieke “Oneng” Dyah Pitaloka, Eko Patrio dll. Sedangkan selebritis yang sempat muncul dan berniat mengabdikan ketenaranya namun gagal di tengah jalan, sebut saja Syaiful Jamil, Marisa Haque, Ayu Azhari, Julia Perez, Andre Taulani dll.

Jangan bertanya soal prestasi politik pada mereka, anda yang berdomisili di Jawa Barat atau Banten bisa merasaknnya sendiri.

Ah, tiba-tiba saya teringat kisah Ronald Reagan, bintang film layar lebar itu berhasil menjadi Presiden Amerika Serikat dan kiprahnya dinilai berhasil. Lalu aktor laga Arnold Scwharzenneger, ia pernah menjabat Gubernur California,  ada juga Joseph Estrada, mantan aktor  Filipina yang pernah menjabat sebagai presiden dan mungkin masih banyak lagi pejabat negara yang berasal dari kalangan artis.

Konon kepemimpinan para selebritis di luar negeri berhasil menembus ketentraman hati rakyatnya, sejumlah program terwujud dengan rapi dan dicintai rakyatnya. Wallahu a’lam (saya tidak tinggal di Negara mereka).

Di Jawa Barat, rupanya “keberhasilan” Dede Yusuf diikuti artis-artis Indonesia lainnya, mereka terus bermunculan dan “menikah” dengan partai politik, kehadiran Deddy Mizwar dan Rieke Dyah Pitaloka di Jabar menjadi bumbu penyedap politik dalam Pilgub mendatang, sayang sekali penyanyi Deddy Dores mundur dari pencalonan, padahal jika tidak, ia akan menambah daftar seksi Pilgub jabar sehingga tak salah jika dalam Pilgub nanti kita bisa menyebutnya “Pilgub Jabar Lautan Selebritis”

Wahai, apakah ini fenomena menyegarkan, atau sekedar kejenuhan artis yang ingin merakyat?, atau apakah karena dunia politik dan dunia artis tak ada bedanya?,  yakni sama-sama dunia akting.?

***

Fenomena Politik-Politik Fenomena

Pikiran saya makin tak memahami fenomena ini, malah saya merenung, jangan-jangan memasuki wilayah politik adalah memasuki legalitas  kebohongan yang tersusun rapi. Memasuki era pemilihan Gubernur adalah memasuki wilayah impian dan harapan. Dan ketika rakyat disibukan dengan kampanye, para calon pemimpin tertingi pun sibuk memasuki wilayah wilayah-janji yang biasanya berisi kebohongan, impan dan harapan, mereka sibuk masuk pasar,  sesuatu yang tidak pernah dilakukan saat sedang berkuasa, ada yang sibuk naik ojeg dan delman, sebuah aktivitas yang tdak pernah mereka lakukan sebelumya. Inilah kampanye. Persis seperti artis!

Dari google saya menemukan kalimat bahwa politik merupakan sebuah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat . Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara. Politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat.

Politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik. Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci, antara lain: kekuasaan politik, legitimasi, sistem politik, perilaku politik, partisipasi politik, proses politik, dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik dan kebohongan. Berbohong di dunia politik menjadi wajib atau sunnah muakkad yang harus dijalani.

Kemudian jika di beberapa daerah di tanah air (termasuk Jawa Barat), dunia politik kita dihuni oleh kaum selebritis, apakah perekonomian kita berubah pula?. Saya tidak merasakan perubahan itu ketika Dede Yusuf menjadi wakil gubernur dan sejumlah artis lainnya menjadi anggota legislatif, asa kitu kitu keneh.

Mungkin benar juga jka politikus dinilai oleh kebanyakan orang pandai berakting dan berbohong, apa bedanya dengan artis, mereka juga sering berbohong melalui infotainment. Politikus dan artis memang lebih terkenal daripada Tuhan.

Jangan pernah ragu-ragu untuk meragukan kemampuan intelekutal selebritis yang masuk dunia politik, saya masih ingat apa yang disampaikan Syaeful Jamil di sebuah televisi swasta beberapa tahun lalu, ”Saya bisa menghibur rakyat yang sedang resah akibat kenaikan BBM, dengan menyannyi,” pernyataan ini tentu saja pikasebeleun dan menunjukan kualitas intelektualitas artis kita, walaupun tidak seluruhnya intelektualitas artis kita berada dibawah rata-rata kecerdasan kaum politikus. Artinya, keraguan kita akan terjawab saat  mereka benar-benar teruji untuk dua atau tiga musim pilkada di tanah air, setelah mereka mau belajar memahami betapa rumitnya mengurus rakyat. Tetapi apakah mereka mampu seperti Presiden Reagen? yang pada awal kepemimpinannya ia memfokuskan diri pada penyegaran stagnasi kondisi ekonomi, inflasi dan pengangguran yang dikenal dengan gerakan Reaganomics, (julukan yang digunakan oleh pendukung sekaligus lawan politiknya).

Jika fenomena selebritis terjun ke blantika politik ini bagus dan sudah ada teladan dari artis sebelumnya, maka tak jadi soal jika fenomena ini diteruskan. Tapi jika fenomena ini preseden buruk bagi pasar politik kita, lebih baik birahipolitik itu disimpan dulu saja, sampai saatnya tiba ketika kecerdasan berfikir sudah menjadi milik calon pemimpin entah dari latar belakang apa. Jual tampang dan popularitas belum tentu  membuat rakyat senang, memang siapun warga negara berhak untuk terjun di politik, sistem demokrasi kita selalu menjunjung dan menghargai mereka yang ingin mewarnai hidup dengan politik. Artis merupakan bagian dari masyarakat yang berhak mengabdi pada negara, Jika ada partai politik yang rela membuka pintu bagi artis, ya katakanlah sebagai hiburan politik yang mahal. Namun biasanya artis yang memasuki wilayah  politik biasanya mereka  yang sudah mencapai puncak popularitas dan ingin tetap eksis setelah masa keemasannya berakhir.

Mengaktualisasikan  diri dan menjadi politikus itu perlu berpuluh-puluh tahun,  perlu berdarah-darah dan perlu pengorbanan yang tinggi, tidak ujug-ujug bim salabim abrakadabra mampu merelaisasikan janji pada rakyat, politikus saja sangat sukar untuk membuktikan hal itu. Kehadiran kaum selebritis di ranah politik tidak memberikan pengaruh apa-apa terhadap kesejahteraan rakyat dalam waktu sekejap, sebab cita-cita rakyat Indonesia menuju sejahtrera tidak bisa hanya diwujudkan oleh satu orang ataupun sekelompok orang tertentu, ia membutuhkan rasa peduli terhadap politik dan rakyat itu sendiri.

Syahwat politik kaum selebritis tanah air, bisa menjadi pelacuran politik!. Tapi adakah politik yang tidak me-lacur?.

Diskusi

2 thoughts on “SYAHWAT POLITIK

  1. hahahahahahaahahhaahahhahaha

    Posted by teu gableug euy | 19/05/2013, 03:28

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: