//
you're reading...
BUDAYA

PERENGKEL JAHE

jeprtuHARLEM SHAKE DAN PERENGKEL JAHE                                                                                 

 Oleh : Matdon – Tribun Jabar, Sabtu 4 Mei 2013

 

Mengawali tahun 2013 setelah Gangnam Style, dunia hiburan Indonesia dilanda Harlem Shake yang meracuni banyak orang dibelahan dunia. Virus Harlem Shake pertama kali menjalar di Internet, dan mau tidak mau di zaman yang serba virtual ini,semua serba cepat dilahap.

Dalam video berdurasi kurang lebih 11 detik nampak seorang menari dengan gerakan seenaknya dan yang lainnya acuh tak acuh. Namun beberapa saat kemudian mereka mulai bergerakdan melakukan tarian yang (juga) seenaknya, tak beraturan.

Saya kemudian teringat “Jeprut” istilah gerakan yang berkembang di kalangan seniman Bandung pada tahun 1990-an, semacam gerakan badan yang terkena aliran listrik (korsleting). Jeprut adalah sebuah ekspresi tarian seni rupa, sebuah metoda latihan olah tubuh dan olah sukma di beberapa kelompokteater di Bandung, Bengkel Teater Rendra, Teater SAE dan sejumlah kelompok teater lainnya. Istilah lain yang digunakan selain jeprut adalah Perengkel Jahe.

Menurut Ipit Dimyati salah satu dosen STSI Bandung, pada tahun 70-an di kampus ITB pernah pula terjadi ‘perilaku- perilaku aneh’ yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa dengan menggunakan media tubuh. Tampaknya kondisi yang mematangkan jeprut lahir,terjadi pada akhir tahun 70-an dan awal tahun 80-an, saat dibukanya jurusanteater STSI Bandung (1978) dan diaktifkannya kembali Acting Course, sebuah agenda kursus acting yang menjadi salah satu program Studi klub Teater Bandung(STB). Di kedua lembaga itu, pengajar utama pemeranannya adalah Suyatna Anirun,salah seorang tokoh penggerak teater (modern) Indonesia, yang begitu kokoh berpendirian bahwa media utama teater.

Tak jauh berbeda dengan Perengkel Jahe, dalam Harlem Shake, sebagian besar penari melakukan gerakan yang seakan menyodorkan selangkangan, menggerakkan lengan ke atas danbawah, atau berdiri di atas tangan. Dan Harlem Shake baru lahir tahun 1981 diwilayah Harlem New York, sebuah tarianbebas yang dilakukan sekumpulan orang sebagai ajang ekspresi diri. Konon tarian ini diadaptasi dari tarian di Etiopia.

 Kembali ke gerakanJeprut atau Perengkel Jahe, sejumlah seniman Bandung melakukannya kembali tahun1996 sebagai puncak dari sebuah “Gerakan Kebudayaan Naripan 96”. Energi pemberontakan terhadap rezim Soeharto (saat itu), begitu kuat.

Masih menurut Ipit, perengkel jahe menjadi bentuk ekspresi berkesenian beberapa seniman Bandung yang hadir ketika kekuasaan OrdeBaru yang begitu kuat merepresi penduduk Indonesia. Semula kehadirannya mungkin hanya sekedar main- main, atau seperti dalam teater, satu tahap latihan sebelum muncul di atas panggung. Kemudian berkembang menjadi  perlawanan dalam menghadapi kekuasaan yang demikian kuat dan represif. Ia seperti ’senjata dari orang-orang yang kalah’dalam istilah Scott (2000), yang dianggap remeh dan tak berarti apa-apa.

Sekedar menyebutkanbeberapa nama yang pernah mengembangkan Perengkel Jahe baberdasarkan abjadialah Aendra Medita, Anggiat Tornado, Arahmaiani, Bambang Subarnas, Christiawan,Deden Sambas, Dedi Koral, Frino, Hermana, Herry Dim, Iman Soleh, Isa Perkasa, Marintan,Mimi Kahlo, Nandang Gawe, Rahmat Jabaril, Tisna Sanjaya, Tony Broer, Wawan S.Husin, Yoyo Yogasma, Yusef Muldiyana dan tentu saja sebareg nama lannya yangtak bisa disebut satu persatu.

PerengkelJahe benar benar sebuah fenomena kesenian diBandung, sebuah penciptaan suatu karya seni pertunjukan yang relatif baru dankeluar dari jalur utama.

Dalam pandangan Suyatna, agar aktor bisa tampil secara baik dalam pertunjukan teater, maka iaharus mengolah terlebih dulu perangkat aktingnya yang utama, yakni: tubuh dansukmanya. Para murid Suyatna melakukan hal tersebut dalam ruang-ruang kuliah.Saat melakukan eksplorasi, tampaknya dari proses latihan tersebut mereka menemukan suatu bentuk sajian yang bisa dipertontonkan di depan umum.

Tahun 2003 sekelompok seniman muda Bandung yang tergabung dalam B+PAC (Bandung Performance ArtCommunity), membangun kembali gerakan itu, gerakan performance art atau gerakanjeprut. B+PAC adalah wadah bagi pelaku jeprut, punya keinginan membangun jaringan dan berniat memasukan seni ini ke dalam kurikulum pendidikan tinggi.

Ide-ide pencairan moral dan religi begitu nampak pada performance art mereka. Pemberian ruang pada gerak tubuh menjadi pertanda kegelisahan yang menggumpal, apapun yang ada di hadapan mereka menjadi media ekspresi, dengan literatur monolog, musik, video film, pertokoan yang mencibir,pantat yang menggoda, harga diri yang murah, ongkos pendidikan yang mahal,sampaipun pada perkosaan politik.

Artinya, bahwa Kota Bandung sudah memulai gerakan tubuh tak beraturan tersebut, jauh sebelum Harlem Shake datang ke Indonesia,dan makna filosofisnya begitu dalam.

Diskusi

4 thoughts on “PERENGKEL JAHE

  1. Bener sekali kang, esensinya pra modernisasi sudah sangat diagulkan, bukan begitu? *bukan* hehhe

    Posted by yulia | 08/02/2014, 03:34
  2. ok

    Posted by kyaimatdon | 17/08/2013, 11:12

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: PERENGKEL JAHE | RISALAH - 05/05/2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: