//
you're reading...
BUDAYA

TASIKMALAYA

 

TASIKMALAYA

images

 

Tasikmalaya selalu menarik bagi saya, kota asyik yang bergairah, penuh semangat dan seksi.  Saya pernah hidup tiga tahun disini, memulai perjalananan mengenal puisi  lalu menulisnya di “catatan pinggir” Safinah, Tijan dan Jurumiyah, kadang di pintu wc atau kamar dua kobong Slamet.

Saya menulis puisi (mungkin belum bernama puisi)  tentang apa yang saya lihat dan rasakan, tentang “wesel”  yang telat,  adrahi, liwet, surat cinta yang salah alamat, sungai Cisaruni tempat mandi dan ngintip betis mulus santriwati yang dikelilingi impun, dan puluhan sendal  jepit yang selalu hilang setiap saya beli.

Oh iya, saya pernah membaca puisi di depan pimpinan pondok pesantren Cipasung KH. Ilyas Ruhiyat tentang kekecewaan saya ketika Cipasung  terjebak masuk lingkaran  politik (waktu itu saya masih SMA, masih unyu unyu). Malamnya saya dipanggil Pak Ilyas lalu diminta untuk “meuseul”.  Saat saya mulai memijit orang yang sangat saya kagumi itu, Pak Ilyas bertanya “ ari anu tadi siang teh puisi?”, saya jawab “muhun pak..”. saya berharap jawaban itu mendapat pujian, ternyata Pak Ilyas bilang “naha puisi teh  kitu, kirang sae”.gubrakk!!.

Kemudian saya baca buku “Tamparlah Mukaku” karya Kang Acep Zamzam Noor. Gairah saya untuk menulis puisi makin menjadi- jadi. Sayang, selama tiga tahun di Cipasung saya belum pernah bertemu kang  Acep. Impian saya bertemu kang Acep baru terwujud ketika saya sudah dua tahun berada di Bandung, kuliah

………………dst

Tahun 2003 seharusnya saya hadir memenuhi undangan panitia Muktamar Penyair  Jawa Barat di Tasikmalaya, tapi saat itu saya sedang “ditelikung” oleh aktivitas sebagai wartawan yang saya lakoni sejak tahun 1991.

………………dst

Tahun 2005 saya ke Tasikmalaya, mengikukti  pertemuan penyair santri se-jawa –madura

  ………….dst

 

Awal tahun 2011 saya kembali ke Tasik mendampingi kawan kawan dari Bandung,  membawa sekumpulan puisi BERSAMA GERIMIS – gerimis saat itu di sekeliling rumah penyair Bode Riswandi, hati saya  juga penuh gerimis kebahagian karena bisa membawa kawan-kawan ke “mekah”nya sastra.

………….dst

Besok, sabtu 14 januari 2012 saya akan mengunjungi Tasikmalaya lagi, saya akan mengunjungi kenangan lagi, saya akan sungkem lagi pada Eyang Galunggung anu ngageugeuh. Saya akan melihat lagi semangat para penyairnya di tengah hirup pikuk pilkada dan kebisingan politik serta ewuh  pakewuhnya pasir besi.

Saya juga akan membawa semangat dan amanat Golput, bahwa Golput adalah gaya hidup, Golput adalah pilihan tepat dan Golput gua banget!!

waduh, istri saya sudah ngiceupan, ngajak saya masuk kamar. Untuk urusan ini saya tidak golput. tos heula ah..

Cijerah 11 januari 2011 jam 22.50 wib

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: