TEMBANG CIANJURAN

 

Pasanggiri Tembang Cianjuran

Sepi Penonton

Matdon – Sinar Harapan Desember 2009

 cianjuran1

Paguyuban Daya Mahasiswa Sunda (Damas) kembali menggelar PasanggiriTembang Sunda Cianjuran, yang berlangsung 21 – 25 Desember 2009 di Kampus Unpad Jl.Dipatiukur Bandung. Ini merupakan lomba ke 19 kalinya yang digelar sejak tahun 50 tahun yang lalu.

Berbeda dengan lomba sebelumnya, kali ini diikuti 91 peserta, sebelumnya hanya diikuti sekitar 30 sampai 40 peserta. Artinya dari segi jumlah, peserta bertambah, namun sayang ajang bergengsi tarik suara tembang sunda ini sepi penonton, dari 200 kursi yang disediakan hanya 5 presen saja yang terisi.

Seperri diakui para panitia, penyelenggaraan dwitahunan Pasanggiri embang Sunda Cianjuran ini tidak selalu berjalan mulus. Padahal pada setiap pasanggiri digelar, Damas selalu menawarkan sesuatu yang baru, terutama dalam sistem pasanggiri dan materi pasanggiri.

Namun sayang, sesutu yang baru ini baru sekedar pada iniformasi sekitar mereka yang dikenal para panitia, agar menarik peserta sebanyak mungkin, sedangkan informasi sangat penting terabaikan, yakni informasi global kepada semua warga Bandung dan Jawa Barat pada umumnya. Padahal acara yang spektakuler ini bisa menjadi tontonan masyarakat umum. Agar tidak terkesan ekslusif!!

Sesutau yang baru yang dimaksud Damas ialah menawarkan kembali sesuatu yang baru, baik sistem pasanggiri maupun materi. Untuk materi lagu, panitia telah mempersiapkan lagu-lagu baru, i samping lagu-lagu yang sudah lama membumi di masyarakat tembang.

Untuk l-lagu baru, panitia mengemasnya dalam bentuk pergelaran dan pelatihan sebagai sarana sosialisasi menjelang pasanggiri. Lagu baru itu selanjutnya dikombinasikan dengan lagu lama, agar lebih bisa menampakkan perkembangan tembang Cianjuran dari masa ke masa.

Menurut Rektor Unpad yang juga sesepuh Damas, konsep baru ini memang telah memperkaya materi tembang Sunda Cianjuran, meningkatkan kualitas produk pasanggiri, serta mengembangkan materi tembang Cianjuran sebagai materi budaya yang tidak berhenti pada satu titik kemapanan. Mengenai sepinya penonton, Ganjar tidak berkomentar.

Melalui Pasanggiri Tembang Sunda Cianjuran ke 19 ini, Damas memang sudah berhasil memelihara kelangsungan tembang Sunda Cianjuran, emberikan sumbangsih yang besar terhadap upaya-upaya pelestarian dan pengembangan tembang Sunda Cianjuran. Namun, mungkin sistem  informasi masih harus diperbaiki, agar pesanggiri  ini bisa dinikmati tidak hanya oleh segelintir orang saja. Sebab masyarakat umum pun berhak menonton dan menikmati lagu-lagu indah Cianjuran, yang dirasakan sebagai tembang untuk memperkaya batin manusia, disamping sebagai hiburan tentunya.

Sementara itu, Dian Herdiayana, salah seorang anggota Damas menjelaskan, perkembangan tembang-tembang Cianjuran tidaklah selalu mulus. Awalnya banyak muncul pertentangan. Pertentangan timbul karena pada saat itu, masyarakat belum terlalu familiar dengan materi-materi baru, dan orang-orang Cianjur merasa, materi-materi lagu baru bukan termasuk tembang-tembang Cianjuran. Karena tembang Sunda Cianjuran sangat sensitif terhadap not atau tone-nya.

Pada ajang Pasanggiri Tembang Sunda Cianjuran 2009 ini, panitia menyediakan hadiah utama berupa tiga unit kendaraan roda dua, masing-masing untuk juara pertama darai tiga kelompok yang dilombakan (anak-anak, dewasa lakai-laki dan dewasa perempuan).

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.008 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: